blog tentang tips dan trik ngeblog untuk pemula, gadget, dan review aplikasi

Tampilkan postingan dengan label kontes. Tampilkan semua postingan

Pernah denger istilah Bloggerprenuer? Atau kamu malah salah satu dari Bloggerprenuer? Kalau saya si, baru membulatkan tekad untuk menj...



Pernah denger istilah Bloggerprenuer? Atau kamu malah salah satu dari Bloggerprenuer?

Kalau saya si, baru membulatkan tekad untuk menjadi Bloggerprenuer, he he he. Ya, gitu deh, kalau orang lain bikin resolusi tanggal 1 Januari, saya bikinnya malah tanggal 1 Muharram kemarin 😁. Karena alasan itulah, saya kembali aktif menulis di Blogging Corner ini.

Satu persatu saya mengumpulkan data, apa saja yang saya butuhkan agar pantas menyandang predikat Bloggerprenuer.

Bloggerprenuer sebutan bagi para blogger yang berusaha untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Entah itu dengan memberikan jasa review, iklan, konten, atau malah berjualan via blog pribadinya.

Ternyata, untuk menjadi seorang Bloggerprenuer, saya hanya membutuhkan 3 hal utama; media sosial, blog, dan mailing list data.

Basicnya memang hanya tiga, tapi ketiga di breakdown, wow ... banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan.

Contoh mudahnya, blog. Untuk disebut sebagai seorang Bloggerprenuer, seorang blogger wajib untuk terus update konten-konten yang ada di blognya. Itu artinya akan ada pekerjaan editorial alias merancang konten.

Ketika di break down lagi, maka akan ada pekerjaan mencari sumber tulisan, analisa kata kunci, membuat infografis, editing foto, dan masih banyak lagi. #lapkeringat

So, apa hubungannya dengan ASUS VivoBook?

Ya jelas ada. Hampir kesemua pekerjaan di atas butuh perangkat yang mumpuni, yang tidak hanya mampu untuk menjalankan aplikasi ngeblog, editing foto dan video, atau membuat infografis. Tapi seorang Bloggerprenuer juga butuh perangkat yang bisa membantunya melakukan semua pekerjaan diatas dengan lebih cepat, serta memungkinkan untuk bekerja di mana saja, dan kapan saja.

Nah, ASUS VivoBook S15 ini jawabannya...

Apa yang ASUS VivoBook S15 bisa lakukan untuk para Bloggerprenuer


Sungguh, dari mula ngeblog, saya nggak pernah kepikiran kalau pada akhirnya ingin benar-benar profesional. Mungkin karena pekerjaan saya yang berhubungan (dekat) dengan pemasaran online, akhirnya malah kepencut untuk me-monetize alias menghasilkan uang dari blog.

Tujuan semula ngeblog yang hanya ingin "melepaskan penat" dan menjadikan blog sebagai "Pensieve Dumbledore" akhirnya berubah. Naik level jadi Bloggerprenuer.

Sebetulnya, tidak ada perbedaan banyak antara menjadi Blogger biasa, dengan menjadi seorang Bloggerprenuer. Perbedaannya mungkin dari frekuensi ngeblog, dan cara si Bloggerprenuer merawat blog-nya.

Disinilah saya merasa perlu memiliki perangkat yang mumpuni, mampu diajak kerja lama, serta ringan dibawa kemanapun, sangat penting.

Pikiran saya langsung tertuju pada ASUS VivoBook S15 (S510). Jadi berangan-angan, andai saya bisa memiliki salah satu generasi terbaru ASUS tersebut.

"Kenal" ASUS VivoBook S15 (S510), pas lihat streaming "The Edge of Beyond" Agustus kemarin. Masya Allah, desainnya yang ramping, tipiiiss... banget. (intip aja deh di Youtube-nya ASUS) bener-bener bikin mupeng. Langsung ngebayangin pundak nggak akan pegel kalau bawa doi kemana-mana.

Seperti kata Lena Tseng, Product Manager ASUS saat acara launching kemarin, si VivoBook S15 ini memang di desain dengan menggabungkan performa dan keindahan.
Hasilnya? You know lah....

ASUS VivoBook S15 (S510) bantu upgrade level ngeblog dimana aja, kapan aja


Kalau sudah urusan kompi, dari dulu saya memang sudah fix pilih ASUS.  Dan kenapa ASUS VivoBook S15 (S510) cocok banget buat saya yang sedang pengen upgrade level ngeblog? Ini dia alasannya

#1. Ringan

Ini syarat utama dari notebook yang oke untuk dibawa mobile, kan? ASUS VivoBook S15 (S510) hanya memiliki bobot 1,5kg dengan ketebelan perangkat yang hanya 1,79 cm.



Iyap, Gess... nggak nyampe 2 cm! Bayangin deh, betapa ringan dan tipisnya si ASUS VivoBook S15 (S510) kalau dibawa mobile.

#2. Batere tahan lama

Paling bete kalau udah capek-capek bawa lepi, eh baterenya nggak tahan lama (pas nggak ada charging port lagi). KZLL!

Nah, ASUS VivoBook S15 (S510) menggunakan baterai polimer lithium dan didukung dengan ASUS Battery Health, yang akan membuat baterai tahan 3x lebih lama dibanding batere pada laptop lainnya.

#3. Charging time pendek

ASUS VivoBook S15 (S510) juga sudah dilengkapi dengan teknologi quick charge. Teknologi yang akan membantu mengisi daya baterai 60% hanya dalam waktu 49 menit. Paslah buat emak-emak yang suka buru-buru mau pergi, dan sering inget ngecharge pas sejam sebelum berangkat 😂.

#4. Menggunakan prosesor Intel Core generasi 7

Oke, mungkin yang satu ini nggak penting banget buat mendukung kerja Bloggerprenuer. Ketinggian spek, kalo orang bilang.

But wait, konten blog sekarang kan nggak cuma tulisan, bisa juga berupa infografis, podcast, atau video.

Nah, dengan prosesor yang seperti itu, pekerjaan ngeblog tentu akan lebih mudah dan lebih cepat bukan?

Oya, ASUS VivoBook S15 (S510) juga dilengkapi dengan dual storage, SSD dan HDD. Dual storage ini memungkinkan boot, dan kerja aplikasi yang terinstal di seri VivoBook ini lebih cepat dan ringan.

Pas kan kalau sedang membuat konten di luar rumah, dan waktu kita nggak banyak. Dengan paduan grafis Nvidia G Force 940Mx dan prosesor Intel Core i5; infografis, edit video, foto atau malah hanya sekedar membuat tulisan, pasti akan lebih cepat terselesaikan.

#5. Cocok untuk semua bentuk konten

Display ASUS VivoBook S15 (S510) memiliki 178° wide-view. Teknologi ini berguna untuk mempertahankan warna dan kontras agar tetap tajam, plus mempertahankan ketajaman display meski dilihat dari sudut manapun.


Cucok banget ini buat presentasi ke klien, atau sekedar buat nobar saat butuh post review drakor terbaru. 😁 Apapun jenis konten yang pengen kita bagi bareng temen dan kolega, akan tetep terlihat ciamik dengan VivoBook S15.

#6. Desain elegan

Aduh, saya naksir warna metalic gold-nya, nih! Wajah boleh tua, tapi tentengan tetep boleh gaya kan, kan? Pokoke bisa nge-upgrade tingkat kepedean dah, nenteng si VivoBook ini.

#7. Harga kompetitif

ASUS VivoBook S15 (S510) dipasarkan dengan harga sekitar Rp9jt di Indonesia. Menurut saya, worth it lah jika dengan perangkat ini kamu bisa menghasilkan konten lebih banyak, tiap presentasi pun lancar, plus nggak bikin capek mata dan capek jari.

Sst, kabarnya ni, di kelas middle, belum ada satupun lho, yang ngebrandol harga seperti ASUS.

Buat saya pribadi, saya selalu ikut nasehat ortu; kalau duit kita nggak banyak, jadi belilah sesuatu dari kualitasnya, jangan karena sekedar murahnya harga. Harga murah tapi kalau menghambat semua pekerjaan apalagi cepet rusak, biaya yang keluar malah jadi lebih mahal kan?

So, would you like to join with me and ASUS VivoBook S15 (S510) to become more productive Bloggerprenuer? 





Sumber gambar dan tulisan: asus.com/id


Assalamualaikum, ... Kali ini saya mau berbagi tentang salah satu buku nge-blog yang, menurut saya, wajib kita koleksi. Saat mulai s...



Assalamualaikum, ...

Kali ini saya mau berbagi tentang salah satu buku nge-blog yang, menurut saya, wajib kita koleksi.

Saat mulai serius nge-blog, saya akhirnya paham, bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang blogger profesional. Seperti bagaimana mendapatkan kepercayaan dan cara menempatkan blog di halaman pertama mesin pencari, mendatangkan pengunjung sampai trik mempercantik blog agar pengungunjung betah dan bersedia balik lagi.

Ya, semua tutorial itu memang bisa kita cari di situs-situs blogging baik dalam dan luar negeri. Tapi percaya deh, mengurutkannya dalam folder bookmark bukanlah hal yang mudah. Belum lagi kalo disana ada halaman-halaman bookmark lain.

Belum tentu juga kita ingat apakah sudah pernah menyimpan tutorial atau trik-trik yang kita butuhkan di folder bookmark kita.

Karena itu, waktu lihat buku di time line mbak Carolina saya langsung meluncur ke toko buku online Stiletto.

Apa sih, isi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”?


Jujur, saat niat membeli buku ini saya cuma pengen satu, mempercantik tampilan blog. Mbak Carolina itu sudah terkenal dengan kemampuan desainnya, pengalaman Beliau di dunia blogging juga sudah banyak. Dengan kata lain, saya pengen curi ilmunya mbak Carolina via buku ini.

Tapi .... sayang, ternyata saya salah. Buku mbak Carolina tidak membahas sedikitpun cara membuat widget bergambar, bagaimana meletakkan header di tengah, atau trik-trik mempercantik blog lainnya.

Lalu apa saya kecewa? Jelas enggak, karena saya malah disuguhi dengan hal yang lebih menarik. Mau tahu apa? Cek list berikut ini:

1. Langkah pertama saat kamu mulai ngeblog


Tujuan mula blog ada memang sebagai salah satu sarana mencatat keseharian secara online. Tapi kamu tentu tahu juga kan, bahwa mitos ini sudah so yesterday. Sudah hal yang umum kita dengar kalo blog sekarang juga bisa sebagai sarana untuk menambah penghasilan, nggak sekedar curhat aja.

Nah, untuk memenuhi kriteria itu, tentu ada hal-hal yang harus kamu lakukan dong. Misalnya tulisan harus sesuatu yang bermanfaat, bebas plagiasi, enak dibaca, bagaimana tulisan kamu mudah ditemukan dan dibaca banyak orang, dan masih banyak lagi kriteria agar blog kamu layak untuk di monetize.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” kamu akan dibimbing mulai dari menentukan niche blog kamu, bagaimana menentukan platform blog yang tepat agar mudah masuk ke mesin pencari, hingga trik-trik SEO seperti mencari keyword, cara meletakkan keyword, permalink, longtail keyword dan lain sebagainya (Bab2, hal. 69)

2. What do’s and dont’s saat mempercantik blog


Iya itu memang blog kamu, mau kamu buat nge-jreng dengan penuh warna pelangi ya terserah kamu.

Tapi kalo kamu pengen menghasilakn uang dari blog, kamu juga harus ikut aturan tak tertulis lainnya. Misal aturan tentang blog kamu musti bisa loading cepet.

Nah, untuk memenuhi aturan ini kamu perlu menghilangkan (atau malah menambahkan) widget tertentu pada blog kamu, atau memilih template yang lebih SEO friendly misalnya (bab 2, hal. 58).

Bagaimana memilihnya, apa saja widget yang harus dihilangkan atau yang wajib ada di blog, semua dijelaskan di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”

3. Teknik dasar nge-blog


Blogging is Writing (Bab 3, buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”)

Ya, nge-blog itu sebetulnya tentang menulis kan? Meski kamu lebih suka post video di blog kamu, tetep, kamu musti terampil nulis agar orang mau klik dan lihat video kamu bukan?

Di buku ini dibahas tentang prinsip dasar menulis, bagaimana mencari ide tulisan, hingga cara memelihara semangar nge-blog.

Apakah hal yang terakhir itu penting? Oh iya banget prens. Apa pun tujuan kamu nge-blog, kalo semangat kamu hilang, semua usaha yang kamu lakukan akan sia-sia. Nge-blog itu seperti membangun rumah, yang harus selalu kamu pelihara, dan semangat nge-blog kamu itu adalah salah satu energinya.

4. Trik dapetin job review


Aih, siapa yang nggak pengen tahu trik yang satu ini.

Jujur saja, ngomongin job review tu nggak cuma masalah uang, ada banyak manfaat lain disana. Karena itulah banyak banget yang mupeng dengan salah satu manfaat nge-blog ini.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”, kamu akan tahu, apa saja yang “peranti perang” yang harus kamu siapkan untuk menembus dunia persilatan job review.

Cara menentukan ratecard, faktor yang mempengaruhi (termasuk cara meraihnya), cara membaca statistik, hingga bagaimana cara kamu mempromosikan blog kamu agar dilirik para pemilik brand (Bab 4, Hal. 116).

5. Pengalaman para senior Headhunters dan Job Reviewers


Kalo pengen dapetin job review, wajib dong ngulik-ngulik syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh para blogger.

Isnuansa Maharani, Aldy Terren, mbak Indah Julianti semua buka-bukaan tentang kriteria blogger yang mereka cari, berapa tarifnya, sampai trik mereka untuk blogger-blogger yang sedang berusaha mendapatkan job review.

Oya, sering dengar kan kata pepatah, kalo pengalaman itu guru yang terbaik? Mbak Carolina juga melengkapi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” dengan pengalaman para Job Reviewers.

Ada mak Winda Krisnadefa, mbak Eka Situmorang, dan mbak Istiarina Putri. Mereka semua blak-blakan disini. Dan belajar dari pengalaman mereka, saya akhirnya juga tahu apa sih, apa saja hal paling penting untuk dapetin job review (kamu penasaran juga kan? Makanya baca bukunya he he he).

6. Ngulik lebih jauh Google Adsense dan cara monetize blog lainnya


This is another blogging issue that all blogger love, ...

Yah, siapa juga yang nggak mupeng lihat temen upload gaji mereka dari Google. Si embah yang satu ini memang sangat sulit untuk dijinakkan. Peraturan mereka seabrek.

Sayangnya, meski pengen blog kita di approve Google, umumnya, kita males banget baca aturan-aturan itu, bener atau betul?

Nah, mbak Carolina menjelaskan dengan ringkas disini, trik-trik dasar agar blog kita diterima sebagai salah satu advertiser dari Google.

Kita juga bisa me-monetize blog dengan cara mengikuti program afiliasi. Ada beberapa situs online yang mbak Carra (panggilan mbak Carolina) list dalam buku ini. Beliau juga membahas bagaimana agar aplikasi afiliasi kita disetujui, dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Itulah ... 6 bab penting yang ada dalam buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”. Bagi saya pribadi, buku ini bener-bener sangat bermanfaat. Trik yang diberikan mbak Carra telah membuat aplikasi saya di approve oleh Google Adsense dan Involve Asia.

Jadi, kalo kamu sedang punya niat untuk me-monetize blog kamu, wajib tu mengkoleksi buku ini. Jangan kawatir dengan bahasanya, enak dan mudah dipahami kok. Dan yang pasti do-able (serasa nge-subtitle drakor deh), alias bisa dilakukan semua he he he.

Udah dulu ya, sampai jumpa di artikel blogging berikutnya ya, Wassalamualaikum....