Blogging Corner

blog tentang tips dan trik ngeblog untuk pemula, gadget, dan review aplikasi

Salah seorang teman bertanya via chat Whatsapp, bagaimana cara ngeblog yang baik? Terus terang saya pribadi tidak tahu apa standar nge...

bagaimana_cara_ngeblog_yang_baik


Salah seorang teman bertanya via chat Whatsapp, bagaimana cara ngeblog yang baik?

Terus terang saya pribadi tidak tahu apa standar ngeblog yang baik. Selama menyimak nasehat dan tips dari para blogger ahli, mereka sangat jarang menyebut kriteria ngeblog yang baik. Paling banter ya, bagaimana menjadi blogger yang baik.

Berhari-hari saya mencoba memikirkan (juga mencari referensi) bagaimana ngeblog yang baik, Alhamdulillah, saya akhirnya bisa merangkum beberapa hal yang bisa dijadikan standar tentang bagaimana cara ngeblog yang baik.

Cara ngeblog yang baik


#1. No plagiasi


Yap, ini yang paling menyebalkan. Baik pada media online atau pun konvensional, plagiasi adalah hal yang paling menyebalkan sejagad raya. πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’

Menulis, sependek apapun, tetap membutuhkan effort. Meme yang sering dibagikan di grup-grup chat, GIF yang sering didownload, itu semua membutuhkan effort atau usaha saat membuatnya.

Begitu juga dengan ngeblog; dimulai dari mencari ide, mengumpulkan bahan untuk eksekusi ide, hingga akhirnya menjadi tulisan, video atau konten, semua membutuhkan effort dan waktu. Jadi, please deh, kalau kamu pengen ngeblog yang baik, jangan pernah lakukan plagiasi.

#2. Update


Ah, saya malu kalau harus ngomong yang satu ini. Lha, saya sendiri nggak update blognya he he he.

Habisnya gimana ya, kadang waktu benar-benar habis untuk pekerjaan, baik pekerjaan rumah ataupun pesenan. Makanya, di Bulan Oktober ini, saya berusaha keras menyeimbangkan antara ngeblog dan pekerjaan konten saya. Pengennya si memenuhi saran mbak Shinta Ries, sebisa mungkin blog mendapat view 10.000 per bulan.

Eh, kok jadi curhat. Oke, back to post.

You know gess..., blog yang update itu lebih disukai Google. Apalagi kalau konten kamu juga cantik. Ibarat bintang, blog yang update tu akan terus kelap-kelip, ketika yang lain kadang ada sinarnya kadang enggak.

Jadi, coba pastikan siapa audiencemu, terus bikin rancangan konten, agar kamu bisa cepat melesat. Nggak selalu nemu ide, sibuk dengan kerjaan, atau malah baru ngeblog? Gampang, kamu bisa pakai cara saya.

Usahakan blog kamu update satu kali seminggu. Di bulan berikutnya, setelah terbiasa, nulislah dua kali seminggu, dan terus tingkatkan sampe kamu bisa nulis setiap hari.

#3. Sesuai dengan tujuan kamu ngeblog

Menurut saya, ini salah satu hal yang bisa menentukan apakah cara kamu ngeblog sudah bener atau belum. Sekecil apapun itu tujuan kamu; apatah menambah subscriber, email list, follower, DA/PA, Alexa rank,- cara ngeblog kamu seharusnya sesuai dengan tujuan itu. 

#4. Networking


Yang saya maksud disini bukan tentang gabung di komunitas aja, tapi membangun "network" blog kamu. Coba perkenalkan blog kamu dengan cara blogwalking, ikut arisan link, atau bikin guest post.

Oya, membangun link dengan teman (outbound link), blogwalking, juga bisa membantu statistik blog kamu jadi lebih baik lho.

#5. Terus belajar dan praktek

Ngeblog itu ilmunya banyak. Nggak hanya tentang teknik nulis atau desain blog. Statistik, dan peraturan-peraturan ngeblog tu selalu update, dan wajib kamu ikuti. Jadi, kalau kamu pengen ngeblog dengan baik, jangan pernah berhenti belajar. 

Kalau sudah belajar, jangan lupa praktek. Karena cuma dengan praktek, kamu akan isa menemukan ilmu baru lainnya. 

Menurut saya, itu aja si yang bisa jadi panduan cara ngeblog yang baik. Kamu gimana, sudah ngeblog dengan benar selama ini? Inshaa Allah sudah ya, ....



Di suatu masa.... (#cieee) saya pernah berdebat sedikit dengan teman, "apakah perlu kita punya tujuan saat ngeblog?" Jujur,...

5_alasan_mengapa-kamu_perlu_punya-tujuan_ngeblog


Di suatu masa.... (#cieee) saya pernah berdebat sedikit dengan teman, "apakah perlu kita punya tujuan saat ngeblog?"


Jujur, "Apa tujuan kamu membuat blog" adalah hal pertama yang saya tanyakan ketika ada yang bertanya pada saya,

Bikin blog gimana si?
Musti domain atau gratisan?
Wordpress atau blogspot?

Ya, sekian lama ngeblog (padahal baru serius setahun lalu πŸ˜€) saya baru sadar, seharusnya tujuan nge-blog itu ditentukan pertama kali, sebelum blog itu dibuat. Karena bisa jadi, hanya buang-buang tenaga, waktu, dan mungkin uang. Ibarat mau bepergian, kita musti tahu arah tujuan kita, dan baru jalan kan?

Misalnya, niatnya untuk branding profesionalitas. Tapi karena di tengah jalan kepincut temen yang monetize, akhirnya ikutan pasang iklan, afiliasi, atau review. Sayangnya, monetize ini justru menampilkan iklan dari competitor. Nah, repot kan?

Ironinya, diluar sana, "apakah ngeblog perlu tujuan atau enggak" juga masih menjadi perdebatan. Pasalnya, masih banyak yang berpendapat jika ngeblog  itu urusan personal, suka-suka gue, jadi nggak perlu pake tujuan pasti.

Ya, sisi personal dari ngeblog itu, memang salah satu sisi keren dari dunia blogging dibanding profesi lainnya. Keleluasan untuk berbagi cerita dengan gaya personal, review personal yang memang real life, real report, itu adalah hak istemewa yang dimiliki oleh aktivitas ngeblog.

Dan dengan menerapkan struktur yang A, B, C, D yang sudah firm, bisa jadi malah mencederai keistemewaan, keunikan, atau orisinilatis dari aktivitas nge-blog itu sendiri.

Padahal jika direnungkan lebih jauh, "Aku cuma mau senang-senang, have fun dengan blogku" itu pun sebetulnya sudah menjadi sebuah tujuan ngeblog bukan? πŸ˜ƒ Meski kemudian, akhirnya, tujuan itu tidak di break down menjadi tujuan-tujuan yang lebih jelas.

Apa yang menjadi benang merah dari kedua hal diatas adalah apa alasan kamu nge-blog, mau kamu bawa kemana blog kamu (yang pasti nggak dibawa ke penghulu kan? 😁) . Apa cuma sarana menuangkan ide kreatif, pemenuhan passion, senang-senang, atau malah kamu berniat menghasilkan rupiah dan dollar dari blog?

Nah, apapun alasan kamu nge-blog, memiliki arah tujuan bisa menjadi sarana kamu untuk melesat lebih cepat.

5 alasan mengapa kamu perlu tujuan saat nge-blog


Iya, maafken kalau saya memaksakan diri. Saya hanya merasa, melihat blog tertata rapi dari awal, dan terus tumbuh seiring dengan pelajaran juga perjalanan nge-blog,- itu sesuatu yang menyenangkan dan efektif. Asli, saya sendiri nyesel kenapa dulu nggak punya tujuan jelas saat mulai ngeb-blog. Dan akhirnya, cuma bisa ngiri melihat mereka yang sudah melesat jauh.

Gimana aja, hanya melakukan sesuatu yang kamu suka, tanpa tujuan pasti, biasanya tidak akan membuat kamu bertahan lama. Meskipun itu membuatmu merasa happy dan bebas. One day, kamu akan sampai pada sebuah pertanyaan, then, what's next....?

Wandering around doing whatever you like can only last you so long, Although the scenery maybe nice

Ada banyak manfaat menetapkan tujuan nge-blog, antara lain;

#1. Memberi peta apa yang harus kamu lakukan


Manfaat ini akan berasa banget kalau kamu menjadikan aktivitas nge-blog baru sebatas aktivitas pengisi waktu diantara pekerjaan atau tanggung-tanggung jawab lainnya. So, waktu kamu nge-blog kamu sebtulnya memang nggak banyak, dan kamu sering merasa sebel kalau harus membuang waktu yang ceuprit itu, tanpa arah yang jelas.

Dengan punya tujuan ngeblog, kamu nggak bakal wandering lagi, hari ini musti ngapain ya, sejam ini enake aku nulis apa, post mana yang sebaiknya aku share hari ini, infografis apa yang sebaiknya aku buat dan seterusnya.

#2. Bantuin kamu keep moving on


salah satu cara agar kamu kamu bisa terus keep on track pada tujuan kamu nge-blog adalah mereview kembali apa yang sudah kamu lakukan, cara mana yang berhasil dan mana yang tidak. Meskipun begitu, nggak mungkin juga kita hanya mereview tanpa tahu manfaat dari review itu apa bukan?

Nah, disinilah kamu bisa jadikan tujuan nge-blog sebagai standarisasi apakah yang kamu lakukan sudah bener atau belum. Punya tujuan nge-blog juga bisa menjadi panduan jelas apa yang harus kamu lakukan ke depan agat menjadi blogger yang lebih baik.

#3. Bikin kamu lebih fokus


Oke, blog sudah dibuat, kini saatnya kamu nulis post pertama. Sayangnya kamu malah bingung, apa yang harus kamu tulis pertama kali. Ide tulisan banyak, tapi kamu nggak tahu, mana yang harus ditulis terlebih dahulu.

Disitulah pentingnya kamu punya tujuan nge-blog. Jika dari awal kamu sudah punya tujuan, kamu tinggal milih, ide tulisan mana yang harus dieksekusi duluan.


#4. Bikin nge-blog lebih efektif


"Mbak, aku harus pakai platform blog apa ya; wordpress atau blogspot? Gatisan atau langsung TLD aja?" πŸ˜‰

Kalau kamu punya tujuan nge-blog, saya yakin, kamu nggak perlu tanya pertanyaan itu lagi.

Setiap platform blog sebetulnya punya keunggulan dan kekurangan. Pengen sekedar nglancarin nulis, karena belum pasti atau belum ngerti suka nulis di niche apa; ya udah, pakai aja blogspot atau wordpress.com yang gratis dulu. Pengen langsung monetize? Cuzz... atuh beli TLD.

Biasanya jika ingin monetize blog, kamu butuh domain TLD, terutama jika yang kamu sasar adalah monetize dari review atau backlink.

Syarat lainnya adalah DA atau Domain Authority. Dan membangun DA itu tidak hanya cukup sehari dua hari, butuh berbulan-bulan. Karenanya, kalau memang sudah tujuannya monetize, maka tetapkan langkah-langkah efektif dari mula. Dimulai dari membangun blog TLD, posting tiap hari, rajin blogwalk dan seterusnya.

Bayangkan jika kamu nggak punya tujuan ngeblog, milih platform saja mungkin kamu sudah bingung, ya kan?

#5. Bantu kamu nentuin struktur dan "voice blog"


Saya nggak ngerti apa istilah "voice blog" itu kata yang tepat. Maksudnya gini lho, seperti Blogging Corner ini; saya menulisnya dengan bahasa santai. Dan saya buat kategorinya sesedikit mungkin.

Ya, karena sedari awal, si Blogging Corner ini memang sudah saya tujukan untuk berbagi tips nge-blog untuk semua kalangan. Jadi, ya memang saya buat sesederhana, dan sangat-sangat user friendly.

Nah gimana sekarang? Setuju kan ya, kalau nge-blog itu sebaiknya pakai tujuan. Biar kerjaan kamu lebih ringan dan lebih mudah gitu lho.

Tapi sebetulnya apa aja si tujuan nge-blog itu dan bagaimana cara mencapainya? Tunggu di post selanjutnya ya, ...


Pernah denger istilah Bloggerprenuer? Atau kamu malah salah satu dari Bloggerprenuer? Kalau saya si, baru membulatkan tekad untuk menj...



Pernah denger istilah Bloggerprenuer? Atau kamu malah salah satu dari Bloggerprenuer?

Kalau saya si, baru membulatkan tekad untuk menjadi Bloggerprenuer, he he he. Ya, gitu deh, kalau orang lain bikin resolusi tanggal 1 Januari, saya bikinnya malah tanggal 1 Muharram kemarin 😁. Karena alasan itulah, saya kembali aktif menulis di Blogging Corner ini.

Satu persatu saya mengumpulkan data, apa saja yang saya butuhkan agar pantas menyandang predikat Bloggerprenuer.

Bloggerprenuer sebutan bagi para blogger yang berusaha untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Entah itu dengan memberikan jasa review, iklan, konten, atau malah berjualan via blog pribadinya.

Ternyata, untuk menjadi seorang Bloggerprenuer, saya hanya membutuhkan 3 hal utama; media sosial, blog, dan mailing list data.

Basicnya memang hanya tiga, tapi ketiga di breakdown, wow ... banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan.

Contoh mudahnya, blog. Untuk disebut sebagai seorang Bloggerprenuer, seorang blogger wajib untuk terus update konten-konten yang ada di blognya. Itu artinya akan ada pekerjaan editorial alias merancang konten.

Ketika di break down lagi, maka akan ada pekerjaan mencari sumber tulisan, analisa kata kunci, membuat infografis, editing foto, dan masih banyak lagi. #lapkeringat

So, apa hubungannya dengan ASUS VivoBook?

Ya jelas ada. Hampir kesemua pekerjaan di atas butuh perangkat yang mumpuni, yang tidak hanya mampu untuk menjalankan aplikasi ngeblog, editing foto dan video, atau membuat infografis. Tapi seorang Bloggerprenuer juga butuh perangkat yang bisa membantunya melakukan semua pekerjaan diatas dengan lebih cepat, serta memungkinkan untuk bekerja di mana saja, dan kapan saja.

Nah, ASUS VivoBook S15 ini jawabannya...

Apa yang ASUS VivoBook S15 bisa lakukan untuk para Bloggerprenuer


Sungguh, dari mula ngeblog, saya nggak pernah kepikiran kalau pada akhirnya ingin benar-benar profesional. Mungkin karena pekerjaan saya yang berhubungan (dekat) dengan pemasaran online, akhirnya malah kepencut untuk me-monetize alias menghasilkan uang dari blog.

Tujuan semula ngeblog yang hanya ingin "melepaskan penat" dan menjadikan blog sebagai "Pensieve Dumbledore" akhirnya berubah. Naik level jadi Bloggerprenuer.

Sebetulnya, tidak ada perbedaan banyak antara menjadi Blogger biasa, dengan menjadi seorang Bloggerprenuer. Perbedaannya mungkin dari frekuensi ngeblog, dan cara si Bloggerprenuer merawat blog-nya.

Disinilah saya merasa perlu memiliki perangkat yang mumpuni, mampu diajak kerja lama, serta ringan dibawa kemanapun, sangat penting.

Pikiran saya langsung tertuju pada ASUS VivoBook S15 (S510). Jadi berangan-angan, andai saya bisa memiliki salah satu generasi terbaru ASUS tersebut.

"Kenal" ASUS VivoBook S15 (S510), pas lihat streaming "The Edge of Beyond" Agustus kemarin. Masya Allah, desainnya yang ramping, tipiiiss... banget. (intip aja deh di Youtube-nya ASUS) bener-bener bikin mupeng. Langsung ngebayangin pundak nggak akan pegel kalau bawa doi kemana-mana.

Seperti kata Lena Tseng, Product Manager ASUS saat acara launching kemarin, si VivoBook S15 ini memang di desain dengan menggabungkan performa dan keindahan.
Hasilnya? You know lah....

ASUS VivoBook S15 (S510) bantu upgrade level ngeblog dimana aja, kapan aja


Kalau sudah urusan kompi, dari dulu saya memang sudah fix pilih ASUS.  Dan kenapa ASUS VivoBook S15 (S510) cocok banget buat saya yang sedang pengen upgrade level ngeblog? Ini dia alasannya

#1. Ringan

Ini syarat utama dari notebook yang oke untuk dibawa mobile, kan? ASUS VivoBook S15 (S510) hanya memiliki bobot 1,5kg dengan ketebelan perangkat yang hanya 1,79 cm.



Iyap, Gess... nggak nyampe 2 cm! Bayangin deh, betapa ringan dan tipisnya si ASUS VivoBook S15 (S510) kalau dibawa mobile.

#2. Batere tahan lama

Paling bete kalau udah capek-capek bawa lepi, eh baterenya nggak tahan lama (pas nggak ada charging port lagi). KZLL!

Nah, ASUS VivoBook S15 (S510) menggunakan baterai polimer lithium dan didukung dengan ASUS Battery Health, yang akan membuat baterai tahan 3x lebih lama dibanding batere pada laptop lainnya.

#3. Charging time pendek

ASUS VivoBook S15 (S510) juga sudah dilengkapi dengan teknologi quick charge. Teknologi yang akan membantu mengisi daya baterai 60% hanya dalam waktu 49 menit. Paslah buat emak-emak yang suka buru-buru mau pergi, dan sering inget ngecharge pas sejam sebelum berangkat πŸ˜‚.

#4. Menggunakan prosesor Intel Core generasi 7

Oke, mungkin yang satu ini nggak penting banget buat mendukung kerja Bloggerprenuer. Ketinggian spek, kalo orang bilang.

But wait, konten blog sekarang kan nggak cuma tulisan, bisa juga berupa infografis, podcast, atau video.

Nah, dengan prosesor yang seperti itu, pekerjaan ngeblog tentu akan lebih mudah dan lebih cepat bukan?

Oya, ASUS VivoBook S15 (S510) juga dilengkapi dengan dual storage, SSD dan HDD. Dual storage ini memungkinkan boot, dan kerja aplikasi yang terinstal di seri VivoBook ini lebih cepat dan ringan.

Pas kan kalau sedang membuat konten di luar rumah, dan waktu kita nggak banyak. Dengan paduan grafis Nvidia G Force 940Mx dan prosesor Intel Core i5; infografis, edit video, foto atau malah hanya sekedar membuat tulisan, pasti akan lebih cepat terselesaikan.

#5. Cocok untuk semua bentuk konten

Display ASUS VivoBook S15 (S510) memiliki 178° wide-view. Teknologi ini berguna untuk mempertahankan warna dan kontras agar tetap tajam, plus mempertahankan ketajaman display meski dilihat dari sudut manapun.


Cucok banget ini buat presentasi ke klien, atau sekedar buat nobar saat butuh post review drakor terbaru. 😁 Apapun jenis konten yang pengen kita bagi bareng temen dan kolega, akan tetep terlihat ciamik dengan VivoBook S15.

#6. Desain elegan

Aduh, saya naksir warna metalic gold-nya, nih! Wajah boleh tua, tapi tentengan tetep boleh gaya kan, kan? Pokoke bisa nge-upgrade tingkat kepedean dah, nenteng si VivoBook ini.

#7. Harga kompetitif

ASUS VivoBook S15 (S510) dipasarkan dengan harga sekitar Rp9jt di Indonesia. Menurut saya, worth it lah jika dengan perangkat ini kamu bisa menghasilkan konten lebih banyak, tiap presentasi pun lancar, plus nggak bikin capek mata dan capek jari.

Sst, kabarnya ni, di kelas middle, belum ada satupun lho, yang ngebrandol harga seperti ASUS.

Buat saya pribadi, saya selalu ikut nasehat ortu; kalau duit kita nggak banyak, jadi belilah sesuatu dari kualitasnya, jangan karena sekedar murahnya harga. Harga murah tapi kalau menghambat semua pekerjaan apalagi cepet rusak, biaya yang keluar malah jadi lebih mahal kan?

So, would you like to join with me and ASUS VivoBook S15 (S510) to become more productive Bloggerprenuer? 





Sumber gambar dan tulisan: asus.com/id


Pagi ini saya menyempatkan diri memeriksa puluhan komentar yang sudah masuk ke blog Blogging Corner ini. Oya, tidak seperti blog-blog sa...



Pagi ini saya menyempatkan diri memeriksa puluhan komentar yang sudah masuk ke blog Blogging Corner ini. Oya, tidak seperti blog-blog saya yang lain, komentar pada blog ini memang sengaja tidak saya moderasi.

Tujuan saya membuat blog ini, selain untuk bersenang-senang, melepaskan sisi suka-suka saya, tanpa basa-basi... blog ini saya buat untuk teman-teman pemula. Yang memang butuh banyak info tentang ngeblog dan belum paham tetek bengek serta trik ngeblog. Jadi, begitulah, apapun yang ada di blog ini saya buat sesimpel, semudah mungkin, bahkan kategori pun saya buat sesedikit mungkin.

Termasuk komentar pun saya buat tanpa moderasi, dan saya memilih agar siapapun yang tidak memiliki akun Google juga bisa berkomentar.

Sayangnya, niat baik saya ini malah digunakan oleh beberapa akun atau situs jualan/ bisnis yang tidak bertanggung jawab.

Ada beberapa situs yang menggunakan banyak nama untuk berkomentar. Beberapa komen malah dengan nama yang sama, komentar yang sama. Komentar yang lain malah merujuk pada akun media sosial saya. Hmmm....maksud Anda apa???

Sebagai pelaku digital marketing, saya pun paham jika Anda membutuhkan link dari situs lain untuk mendapatkan trust, atau traffic dari Google. Namun, apa yang Anda lakukan sama juga dengan spamming. Hati-hati, Google juga tidak suka dengan spamming. Jika ingin mendapatkan link, mari bertukar link dengan cara yang lebih santun.

Meskipun begitu, demi kemudahan teman-teman yang memang berniat mencari info, saya tetap tidak ingin memoderasi komentar pada blog ini, kecuali pada beberapa post populer yang memang  seringkali disinggahi komen-komen tidak penting.

Di dunia nyata Anda butuh etika untuk bersosialisasi, begitu juga di dunia Blogging. Selamat pagi, dan selamat beraktivitas. 😊



Post ini adalah lanjutan dari post " Cara Memulai Post Blog (*Pertama Kali) . Post yang dulu diprotes πŸ˜€, katanya kurang komplit, ...



Post ini adalah lanjutan dari post "Cara Memulai Post Blog (*Pertama Kali). Post yang dulu diprotes πŸ˜€, katanya kurang komplit, hanya tentang batasan menulis post, buka step by step dari membuat post. 

Jadi okelah, meski sudah kelamaan, tapi saya lengkapi saja ya ... Saya akan buat panduan menulis blog dengan media PC dan handphone atau smartphone. Soalnya sering banget tu, ketemu temen yang pengen mulai ngeblog, tapi ngeluh karena perangkat PC-nya belum mumpuni, atau tidak punya cukup waktu untuk duduk dan menulis di PC.

Cara membuat post blog pertama kali pada platform Blogger


Sebelum mulai nulis, ada baiknya kita mengenal antar muka halaman entri pada blogger, ya. Karena kesulitan memulai blog post ni biasanya cuma karena nggak ngerti antar muka halaman "entri"-nya aja. 

Halaman antar muka entri post pada blogger (akses via PC)

Coba perhatikan gambar di bawah ini ya



1. Kolom judul

Tuliskan judul atau title post kamu disini. Judul ini nantinya otomatis akan menjadi alamat URL post blog kamu, kecuali kamu memilih untuk mengedit URL-nya. Mengapa harus diedit dan bagaimana mengeditnya? Nanti kita obrolin di post selanjutnya.

2. Body post

Ini adalah tempat kamu nulis artikel kamu.

3. Compose/ HTML

Saat memilih opsi entri baru, secara default, kamu akan berada dalam opsi "compose". Ini artinya kamu akan melihat tampilan artikel kamu persis sama seperti saat kamu ngetik. Beda halnya ketika kamu berada dalam opsi htlml, maka tampilan artikel kamu akan seperti ini



4. Dasbor perintah

Bagian ini adalah tools tempat kamu "mengkustom" artikel kamu, seperti memilih ukuran huruf, membuat tulisan miring, tebal, menyisipkan link dan seterusnya

5. Label

Kadang disebut juga dengan kategori, tag, dan banyak lagi. Fungsi bagian ini adalah mengelompokkan artikel kamu. Misal pada blogging Corner ini, maka label/ kategorinya/ tagnya adalah "artikel", "tips dan trik ngeblog" dan seterusnya.

6. Jadwal

Secara default, setting jadwal akan menyesuaikan dengan tanggal publish artikel. Jika ingin menjadwalkan publish artikel, maka kamu dapat menggunakan tombol ini.

7. Deskripsi penelusuran

Bagian ini adalah ringkasan dari isi artikel kamu. Sebaiknya tidak lebih dari dua kalimat.

8. Pilihan

Bagian ini berisi pengaturan komentar, tautan balik dan sebagainya.

Jadi, gimana cara buat post blognya? Ini stepnya: 
#1. Login ke dasbor blogger
#2. Pilih menu pos disamping kiri, dan klik "Entri Baru"
#3. Ketik tulisan Anda di body post. Setelah selesai beri label, dan meta deskripsi
#4. Kalau masih mau di koreksi nanti, maka pilih "simpan"; kalo mau langsung publikasikan, pilih "Publishkan". Selesai deh ...

Halaman antar muka entri post pada blogger (akses via Blogger Android App )

Oya, sebagai pelengkap, saya kenalkan juga ya antar muka entri post pada blogger. Beberapa teman yang pengen nge-blog masih belum punya akses PC dengan mudah soale.

Perhatikan dulu bagian-bagian pada aplikasi blogger ini. Jika ini pertama kali kamu instal aplikasi, maka tampillannya akan seperti ini


Berikut keterangan bagiannya:




1.Judul blog

Bagian dengan nomor satu diatas adalah bagian judul blog kamu. Kalau kamu punya beberapa blog dalam satu akun email, kamu tinggal sentuh bagian ini untuk berubah dari satu blog ke blog yang lain.

2. Pensil putih

Saya sebut bagian ini dengan nama pensil putih aja. Untuk membuat post baru maka kamu harus menyentuh/ mengetuk pensil putih ini.

3. Kolom judul post

Jika blog kamu sudah punya beberapa post, maka semua judulnya akan muncul disini.

Nah, untuk memulai menulis artikel, kamu cukup tekan gambar pensil yang putih itu. Tulis judul, dan tulis artikel kamu dibagian body post.

Oya, ngeblog via aplikasi emang enak, kita bisa sambil rebahan, atau kalau lagi di jalan dapat ide, bisa langsung ketik-ketik. Sayangnya, hasil artikel kurang rapi. Tidak ada jeda antar paragraf plus gambar hanya bisa disisipkan di bagaian paling bawah.

Untuk merapikan atau memindahkan gambar di bagian awal, maka kamu harus menggunakan PC. Nggak bisa ditawar lagi. 😊

Cara edit post blogger

1. Login ke dasbor blogger
2. Pilih menu "Pos" (biasanya paling atas)
3. Arahkan kursor ke judul post blog. Dibawah judul akan muncul tulisan "edit". Nah, klik bagian itu. Done.

Pengen ngedit draft post dari aplikasi blogger? Bisa banget!

1. Buka aplikasi blogger
2. Ketuk judul post yang ingin diedit



3. Ketuk bagian kolom bagian kanan
4. Ketuk post body



5. Edit
6. Setelah selesai edit, ketuk tulisan "Done" atau "selesai" di pojok kiri



7. Antar muka entri akan berubah, ketuk gambar disk di sisi kanan. Untuk langsung mempublikasikan pilih gambar panah (➤) atau  gambar disk untuk menyimpan.

Selesai, selamat ngeblog ya...


P.S: Oya, saya baru saja nemu aplikasi yang bisa dipakai nge-blog via Smartphone dengan tampilan persis sama di PC. Tunggu ulasannya ...

Pagi ini, mumpung hari Sabtu, iseng saya menjelajahi beranda Google Plus. Ada sebuah post berbagi dari tahun lalu yang ada disana; post ...



Pagi ini, mumpung hari Sabtu, iseng saya menjelajahi beranda Google Plus. Ada sebuah post berbagi dari tahun lalu yang ada disana; post tentang cara mendapatkan uang dari blog. Ketika saya klik, ternyata artikelnya berisi iklan jualan CD how to make money from blog.

Salah? Ya, jelas enggak. Yang salah adalah judulnya, "Cara cepat dan mudah mendapatkan uang dari nge-blog". Terus terang saya tidak setuju dengan pendapat ini, there are no the easiest way to get money on this world. Cuma satu cara mudah dapat duit di dunia ini: nyadong ke orangtua. Itu juga kalau si ortu lagi ada duit he he he.

The iceberg you don't know about blogging


Sub headingnya enggak banget ya, nggak SEO banget. Ya, sudahlah, post ini memang bukan post SEO, tapi lebih tepatnya post curhat. Oke, lanjut ya ...

Kenapa saya bilang iceberg atau gunung es? Kehidupan blogger tu emang sepintas enak, jalan-jalan, dandan cantik dateng ke event, nulis, trus dapat duit. Atau ketak-ketik di rumah, trus tawaran job, iklan, atau placement artikel datang.

Padahal ada usaha di balik itu semua.

Setiap menit, ada 5 juta informasi yang diupdate di seluruh jagad raya ini. Itulah mengapa, jika ingin blog yang dimiliki berada diurutan pertama mesin pencari, maka blogger harus mampu bersaing diantara 5 juta informasi.

Belum lagi mengusahakan agar artikelnya mendapat view yang layak. Share sana-sini, blogwalking. Bikin guest post, untuk agar dapat trusted link dan masih banyak lagi.

Masih ditambah dengan ngrancng konten, termasuk infografis atau feature image yang layak untuk dipajang. For your information nggak semua blogger suka pakai foto asal comot, ada yang lebih suka mengusahakan foto mereka sendiri. Itu artinya, tambah satu kerjaan lagi.

Itu baru pekerjaan yang kasat mata, kelihatan ngerjain ini-itu, masih ada satu tugas yang nggak semua blogger bisa jalani, komitmen dan konsistensi.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel "Tips Kerja dari Rumah" mempertahankan konsistensi dan komitmen untuk terus ngeblog setiap hari, itu nggak gampang. Apalagi kalau blog yang sedang digadang-gadang belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan.

So, jangan mudah percaya jika ada yang bilang ada cara gampang dapat duit dari nge-blog. Selalu ada kerja keras, komitmen, dan konsistensi yang harus dilakukan disetiap pekerjaan. Apalagi logaritma Google terus berubah, dan kamu butuh smart untuk terus dapat mengikutinya.

Nggak berarti nggak boleh mengharap hasil dari nge-blog, tapi siapkan diri, jika yang kamu harapkan tidak segera bisa kamu dapatkan.

See you, have fun and keep blogging, yach!