blog tentang tips dan trik ngeblog untuk pemula, gadget, dan review aplikasi

Tampilkan postingan dengan label Blogging Article. Tampilkan semua postingan

Salah seorang teman bertanya via chat Whatsapp, bagaimana cara ngeblog yang baik? Terus terang saya pribadi tidak tahu apa standar nge...

bagaimana_cara_ngeblog_yang_baik


Salah seorang teman bertanya via chat Whatsapp, bagaimana cara ngeblog yang baik?

Terus terang saya pribadi tidak tahu apa standar ngeblog yang baik. Selama menyimak nasehat dan tips dari para blogger ahli, mereka sangat jarang menyebut kriteria ngeblog yang baik. Paling banter ya, bagaimana menjadi blogger yang baik.

Berhari-hari saya mencoba memikirkan (juga mencari referensi) bagaimana ngeblog yang baik, Alhamdulillah, saya akhirnya bisa merangkum beberapa hal yang bisa dijadikan standar tentang bagaimana cara ngeblog yang baik.

Cara ngeblog yang baik


#1. No plagiasi


Yap, ini yang paling menyebalkan. Baik pada media online atau pun konvensional, plagiasi adalah hal yang paling menyebalkan sejagad raya. 😒😒😒

Menulis, sependek apapun, tetap membutuhkan effort. Meme yang sering dibagikan di grup-grup chat, GIF yang sering didownload, itu semua membutuhkan effort atau usaha saat membuatnya.

Begitu juga dengan ngeblog; dimulai dari mencari ide, mengumpulkan bahan untuk eksekusi ide, hingga akhirnya menjadi tulisan, video atau konten, semua membutuhkan effort dan waktu. Jadi, please deh, kalau kamu pengen ngeblog yang baik, jangan pernah lakukan plagiasi.

#2. Update


Ah, saya malu kalau harus ngomong yang satu ini. Lha, saya sendiri nggak update blognya he he he.

Habisnya gimana ya, kadang waktu benar-benar habis untuk pekerjaan, baik pekerjaan rumah ataupun pesenan. Makanya, di Bulan Oktober ini, saya berusaha keras menyeimbangkan antara ngeblog dan pekerjaan konten saya. Pengennya si memenuhi saran mbak Shinta Ries, sebisa mungkin blog mendapat view 10.000 per bulan.

Eh, kok jadi curhat. Oke, back to post.

You know gess..., blog yang update itu lebih disukai Google. Apalagi kalau konten kamu juga cantik. Ibarat bintang, blog yang update tu akan terus kelap-kelip, ketika yang lain kadang ada sinarnya kadang enggak.

Jadi, coba pastikan siapa audiencemu, terus bikin rancangan konten, agar kamu bisa cepat melesat. Nggak selalu nemu ide, sibuk dengan kerjaan, atau malah baru ngeblog? Gampang, kamu bisa pakai cara saya.

Usahakan blog kamu update satu kali seminggu. Di bulan berikutnya, setelah terbiasa, nulislah dua kali seminggu, dan terus tingkatkan sampe kamu bisa nulis setiap hari.

#3. Sesuai dengan tujuan kamu ngeblog

Menurut saya, ini salah satu hal yang bisa menentukan apakah cara kamu ngeblog sudah bener atau belum. Sekecil apapun itu tujuan kamu; apatah menambah subscriber, email list, follower, DA/PA, Alexa rank,- cara ngeblog kamu seharusnya sesuai dengan tujuan itu. 

#4. Networking


Yang saya maksud disini bukan tentang gabung di komunitas aja, tapi membangun "network" blog kamu. Coba perkenalkan blog kamu dengan cara blogwalking, ikut arisan link, atau bikin guest post.

Oya, membangun link dengan teman (outbound link), blogwalking, juga bisa membantu statistik blog kamu jadi lebih baik lho.

#5. Terus belajar dan praktek

Ngeblog itu ilmunya banyak. Nggak hanya tentang teknik nulis atau desain blog. Statistik, dan peraturan-peraturan ngeblog tu selalu update, dan wajib kamu ikuti. Jadi, kalau kamu pengen ngeblog dengan baik, jangan pernah berhenti belajar. 

Kalau sudah belajar, jangan lupa praktek. Karena cuma dengan praktek, kamu akan isa menemukan ilmu baru lainnya. 

Menurut saya, itu aja si yang bisa jadi panduan cara ngeblog yang baik. Kamu gimana, sudah ngeblog dengan benar selama ini? Inshaa Allah sudah ya, ....



Di suatu masa.... (#cieee) saya pernah berdebat sedikit dengan teman, "apakah perlu kita punya tujuan saat ngeblog?" Jujur,...

5_alasan_mengapa-kamu_perlu_punya-tujuan_ngeblog


Di suatu masa.... (#cieee) saya pernah berdebat sedikit dengan teman, "apakah perlu kita punya tujuan saat ngeblog?"


Jujur, "Apa tujuan kamu membuat blog" adalah hal pertama yang saya tanyakan ketika ada yang bertanya pada saya,

Bikin blog gimana si?
Musti domain atau gratisan?
Wordpress atau blogspot?

Ya, sekian lama ngeblog (padahal baru serius setahun lalu 😀) saya baru sadar, seharusnya tujuan nge-blog itu ditentukan pertama kali, sebelum blog itu dibuat. Karena bisa jadi, hanya buang-buang tenaga, waktu, dan mungkin uang. Ibarat mau bepergian, kita musti tahu arah tujuan kita, dan baru jalan kan?

Misalnya, niatnya untuk branding profesionalitas. Tapi karena di tengah jalan kepincut temen yang monetize, akhirnya ikutan pasang iklan, afiliasi, atau review. Sayangnya, monetize ini justru menampilkan iklan dari competitor. Nah, repot kan?

Ironinya, diluar sana, "apakah ngeblog perlu tujuan atau enggak" juga masih menjadi perdebatan. Pasalnya, masih banyak yang berpendapat jika ngeblog  itu urusan personal, suka-suka gue, jadi nggak perlu pake tujuan pasti.

Ya, sisi personal dari ngeblog itu, memang salah satu sisi keren dari dunia blogging dibanding profesi lainnya. Keleluasan untuk berbagi cerita dengan gaya personal, review personal yang memang real life, real report, itu adalah hak istemewa yang dimiliki oleh aktivitas ngeblog.

Dan dengan menerapkan struktur yang A, B, C, D yang sudah firm, bisa jadi malah mencederai keistemewaan, keunikan, atau orisinilatis dari aktivitas nge-blog itu sendiri.

Padahal jika direnungkan lebih jauh, "Aku cuma mau senang-senang, have fun dengan blogku" itu pun sebetulnya sudah menjadi sebuah tujuan ngeblog bukan? 😃 Meski kemudian, akhirnya, tujuan itu tidak di break down menjadi tujuan-tujuan yang lebih jelas.

Apa yang menjadi benang merah dari kedua hal diatas adalah apa alasan kamu nge-blog, mau kamu bawa kemana blog kamu (yang pasti nggak dibawa ke penghulu kan? 😁) . Apa cuma sarana menuangkan ide kreatif, pemenuhan passion, senang-senang, atau malah kamu berniat menghasilkan rupiah dan dollar dari blog?

Nah, apapun alasan kamu nge-blog, memiliki arah tujuan bisa menjadi sarana kamu untuk melesat lebih cepat.

5 alasan mengapa kamu perlu tujuan saat nge-blog


Iya, maafken kalau saya memaksakan diri. Saya hanya merasa, melihat blog tertata rapi dari awal, dan terus tumbuh seiring dengan pelajaran juga perjalanan nge-blog,- itu sesuatu yang menyenangkan dan efektif. Asli, saya sendiri nyesel kenapa dulu nggak punya tujuan jelas saat mulai ngeb-blog. Dan akhirnya, cuma bisa ngiri melihat mereka yang sudah melesat jauh.

Gimana aja, hanya melakukan sesuatu yang kamu suka, tanpa tujuan pasti, biasanya tidak akan membuat kamu bertahan lama. Meskipun itu membuatmu merasa happy dan bebas. One day, kamu akan sampai pada sebuah pertanyaan, then, what's next....?

Wandering around doing whatever you like can only last you so long, Although the scenery maybe nice

Ada banyak manfaat menetapkan tujuan nge-blog, antara lain;

#1. Memberi peta apa yang harus kamu lakukan


Manfaat ini akan berasa banget kalau kamu menjadikan aktivitas nge-blog baru sebatas aktivitas pengisi waktu diantara pekerjaan atau tanggung-tanggung jawab lainnya. So, waktu kamu nge-blog kamu sebtulnya memang nggak banyak, dan kamu sering merasa sebel kalau harus membuang waktu yang ceuprit itu, tanpa arah yang jelas.

Dengan punya tujuan ngeblog, kamu nggak bakal wandering lagi, hari ini musti ngapain ya, sejam ini enake aku nulis apa, post mana yang sebaiknya aku share hari ini, infografis apa yang sebaiknya aku buat dan seterusnya.

#2. Bantuin kamu keep moving on


salah satu cara agar kamu kamu bisa terus keep on track pada tujuan kamu nge-blog adalah mereview kembali apa yang sudah kamu lakukan, cara mana yang berhasil dan mana yang tidak. Meskipun begitu, nggak mungkin juga kita hanya mereview tanpa tahu manfaat dari review itu apa bukan?

Nah, disinilah kamu bisa jadikan tujuan nge-blog sebagai standarisasi apakah yang kamu lakukan sudah bener atau belum. Punya tujuan nge-blog juga bisa menjadi panduan jelas apa yang harus kamu lakukan ke depan agat menjadi blogger yang lebih baik.

#3. Bikin kamu lebih fokus


Oke, blog sudah dibuat, kini saatnya kamu nulis post pertama. Sayangnya kamu malah bingung, apa yang harus kamu tulis pertama kali. Ide tulisan banyak, tapi kamu nggak tahu, mana yang harus ditulis terlebih dahulu.

Disitulah pentingnya kamu punya tujuan nge-blog. Jika dari awal kamu sudah punya tujuan, kamu tinggal milih, ide tulisan mana yang harus dieksekusi duluan.


#4. Bikin nge-blog lebih efektif


"Mbak, aku harus pakai platform blog apa ya; wordpress atau blogspot? Gatisan atau langsung TLD aja?" 😉

Kalau kamu punya tujuan nge-blog, saya yakin, kamu nggak perlu tanya pertanyaan itu lagi.

Setiap platform blog sebetulnya punya keunggulan dan kekurangan. Pengen sekedar nglancarin nulis, karena belum pasti atau belum ngerti suka nulis di niche apa; ya udah, pakai aja blogspot atau wordpress.com yang gratis dulu. Pengen langsung monetize? Cuzz... atuh beli TLD.

Biasanya jika ingin monetize blog, kamu butuh domain TLD, terutama jika yang kamu sasar adalah monetize dari review atau backlink.

Syarat lainnya adalah DA atau Domain Authority. Dan membangun DA itu tidak hanya cukup sehari dua hari, butuh berbulan-bulan. Karenanya, kalau memang sudah tujuannya monetize, maka tetapkan langkah-langkah efektif dari mula. Dimulai dari membangun blog TLD, posting tiap hari, rajin blogwalk dan seterusnya.

Bayangkan jika kamu nggak punya tujuan ngeblog, milih platform saja mungkin kamu sudah bingung, ya kan?

#5. Bantu kamu nentuin struktur dan "voice blog"


Saya nggak ngerti apa istilah "voice blog" itu kata yang tepat. Maksudnya gini lho, seperti Blogging Corner ini; saya menulisnya dengan bahasa santai. Dan saya buat kategorinya sesedikit mungkin.

Ya, karena sedari awal, si Blogging Corner ini memang sudah saya tujukan untuk berbagi tips nge-blog untuk semua kalangan. Jadi, ya memang saya buat sesederhana, dan sangat-sangat user friendly.

Nah gimana sekarang? Setuju kan ya, kalau nge-blog itu sebaiknya pakai tujuan. Biar kerjaan kamu lebih ringan dan lebih mudah gitu lho.

Tapi sebetulnya apa aja si tujuan nge-blog itu dan bagaimana cara mencapainya? Tunggu di post selanjutnya ya, ...


Pagi ini saya menyempatkan diri memeriksa puluhan komentar yang sudah masuk ke blog Blogging Corner ini. Oya, tidak seperti blog-blog sa...



Pagi ini saya menyempatkan diri memeriksa puluhan komentar yang sudah masuk ke blog Blogging Corner ini. Oya, tidak seperti blog-blog saya yang lain, komentar pada blog ini memang sengaja tidak saya moderasi.

Tujuan saya membuat blog ini, selain untuk bersenang-senang, melepaskan sisi suka-suka saya, tanpa basa-basi... blog ini saya buat untuk teman-teman pemula. Yang memang butuh banyak info tentang ngeblog dan belum paham tetek bengek serta trik ngeblog. Jadi, begitulah, apapun yang ada di blog ini saya buat sesimpel, semudah mungkin, bahkan kategori pun saya buat sesedikit mungkin.

Termasuk komentar pun saya buat tanpa moderasi, dan saya memilih agar siapapun yang tidak memiliki akun Google juga bisa berkomentar.

Sayangnya, niat baik saya ini malah digunakan oleh beberapa akun atau situs jualan/ bisnis yang tidak bertanggung jawab.

Ada beberapa situs yang menggunakan banyak nama untuk berkomentar. Beberapa komen malah dengan nama yang sama, komentar yang sama. Komentar yang lain malah merujuk pada akun media sosial saya. Hmmm....maksud Anda apa???

Sebagai pelaku digital marketing, saya pun paham jika Anda membutuhkan link dari situs lain untuk mendapatkan trust, atau traffic dari Google. Namun, apa yang Anda lakukan sama juga dengan spamming. Hati-hati, Google juga tidak suka dengan spamming. Jika ingin mendapatkan link, mari bertukar link dengan cara yang lebih santun.

Meskipun begitu, demi kemudahan teman-teman yang memang berniat mencari info, saya tetap tidak ingin memoderasi komentar pada blog ini, kecuali pada beberapa post populer yang memang  seringkali disinggahi komen-komen tidak penting.

Di dunia nyata Anda butuh etika untuk bersosialisasi, begitu juga di dunia Blogging. Selamat pagi, dan selamat beraktivitas. 😊



Pagi ini, mumpung hari Sabtu, iseng saya menjelajahi beranda Google Plus. Ada sebuah post berbagi dari tahun lalu yang ada disana; post ...



Pagi ini, mumpung hari Sabtu, iseng saya menjelajahi beranda Google Plus. Ada sebuah post berbagi dari tahun lalu yang ada disana; post tentang cara mendapatkan uang dari blog. Ketika saya klik, ternyata artikelnya berisi iklan jualan CD how to make money from blog.

Salah? Ya, jelas enggak. Yang salah adalah judulnya, "Cara cepat dan mudah mendapatkan uang dari nge-blog". Terus terang saya tidak setuju dengan pendapat ini, there are no the easiest way to get money on this world. Cuma satu cara mudah dapat duit di dunia ini: nyadong ke orangtua. Itu juga kalau si ortu lagi ada duit he he he.

The iceberg you don't know about blogging


Sub headingnya enggak banget ya, nggak SEO banget. Ya, sudahlah, post ini memang bukan post SEO, tapi lebih tepatnya post curhat. Oke, lanjut ya ...

Kenapa saya bilang iceberg atau gunung es? Kehidupan blogger tu emang sepintas enak, jalan-jalan, dandan cantik dateng ke event, nulis, trus dapat duit. Atau ketak-ketik di rumah, trus tawaran job, iklan, atau placement artikel datang.

Padahal ada usaha di balik itu semua.

Setiap menit, ada 5 juta informasi yang diupdate di seluruh jagad raya ini. Itulah mengapa, jika ingin blog yang dimiliki berada diurutan pertama mesin pencari, maka blogger harus mampu bersaing diantara 5 juta informasi.

Belum lagi mengusahakan agar artikelnya mendapat view yang layak. Share sana-sini, blogwalking. Bikin guest post, untuk agar dapat trusted link dan masih banyak lagi.

Masih ditambah dengan ngrancng konten, termasuk infografis atau feature image yang layak untuk dipajang. For your information nggak semua blogger suka pakai foto asal comot, ada yang lebih suka mengusahakan foto mereka sendiri. Itu artinya, tambah satu kerjaan lagi.

Itu baru pekerjaan yang kasat mata, kelihatan ngerjain ini-itu, masih ada satu tugas yang nggak semua blogger bisa jalani, komitmen dan konsistensi.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel "Tips Kerja dari Rumah" mempertahankan konsistensi dan komitmen untuk terus ngeblog setiap hari, itu nggak gampang. Apalagi kalau blog yang sedang digadang-gadang belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan.

So, jangan mudah percaya jika ada yang bilang ada cara gampang dapat duit dari nge-blog. Selalu ada kerja keras, komitmen, dan konsistensi yang harus dilakukan disetiap pekerjaan. Apalagi logaritma Google terus berubah, dan kamu butuh smart untuk terus dapat mengikutinya.

Nggak berarti nggak boleh mengharap hasil dari nge-blog, tapi siapkan diri, jika yang kamu harapkan tidak segera bisa kamu dapatkan.

See you, have fun and keep blogging, yach!

Waktu awal mulai nge-blog, saya selalu bilang kalau nge-blog itu gampang . Tinggal ceklak-ceklik sana-sini, beres sudah. Tapi ketika m...



Waktu awal mulai nge-blog, saya selalu bilang kalau nge-blog itu gampang. Tinggal ceklak-ceklik sana-sini, beres sudah.

Tapi ketika mulai serius nge-blog, dan sering ikut kopdar beberapa komunitas, saya akhirnya tahu, kalau nge-blog itu nggak cukup sekedar nulis, edit dan publish.

Kalau lagi ketemu sesama

Peralatan ngeblog yang wajib dimiliki oleh blogger

Jadi blogger itu memang gampang-gampang susah. Gampang, karena kamu bisa aja nulis sekehendak kamu, semau kamu. Tapi ... kalau pertimbangannya sudah banyak, misal, untuk portofolio konten, untuk branding, untuk cari job de es be, maka pernak-perniknya mulai deh muncul. Pernak-pernik yang bisa saja berupa software, atau pun hardware. 

However, jangan kecil hati dulu. Gimana aja, nge-blog itu ya tentang menulis. Meski belum begitu banyak perlengkapan software atau hardware yang kamu miliki, paling tidak dua benda ini harus kamu miliki.

1. Komputer




Ya iyalah, namanya juga aktivitas menulis yang harus diketik kan? Paling tidak milikilah komputer (desktop atau jinjing, terserah) dengan spesifikasi yang bisa untuk ngetik plus basic editing photo.

Kalau saya, meski hanya untuk ngetik dan edit foto dasar, tapi saya lebih suka

Oke, gambar memang bisa dicari di situs-situs penyedia gambar gratis seperti pixabay atau freeimages. Tapi kan nggak semua gambar ukurannya cocok untuk blog kita. Kadang ada yang perlu disesuaikan ukurannya, agak diterangin sedikit, atau malah pengen dikasih tanda air (water mark).

Jadi, kumpulakanlah gaji, hasil jualan, warisan atau hasil investasi kamu, untuk beli satu komputer yang layak dan cukup awet untuk kamu nge-blog.

Jangan lupa lengkapi komputer kamu dengan beberapa software aplikasi. Kalau saya si, pilih aplikasi cloud storage, writer, notepad, dan picture editor.


2. Kamera



Seperti yang saya bilang diatas, ada banyak banget situs-situs penyedai gambar gratis yang bisa kita manfaatkan untuk blog kita. Tapi kan kadang kita juga butuh gambar yang Indonesia banget, dan jelas nggak mungkin ada disana (atau ada, tapi mungkin nggak banyak).

Nah, agar nggak repot, milikilah kamera dengan spek yang sedikit lumayan. Bisa untuk capture momen-momen penting di malam hari, atau enggak blur saat ambil gambar dengan pencahayaan minimal.

Alhamdulillah si, kalau bisa punya DSLR, tapi ini kan ngomongin peralatan dengan batas minimal to? he he he.

Peralatan nge-blog tambahan 


Namanya ada yang wajib tentu ada juga yang sunah. Jadi peralatan tambahan ini memang tidak harus ada tapi bisa membantu kamu untuk memperlancar kegiatan nge-blog.

1. Handycam

Orang bilang, sekarang jamannya vlog alias video blogging. Orang nggak cuma butuh gambar dan tulisan, tapi sekarang orang lebih suka nonton konten. Nah, kalau kamu juga tertarik dengan kegiatan audio visual. silahkan deh, masukkan perlengkapan ini dalam perlengkapan nge-blog kamu.

Oya, mungkin kamu berpikir untuk menggunakan kamera digital sebagai Vlog kamu, tapi waktu itu mbak Pungky Prayitno pernah nulis, kalau kamera digital yang terlalu sering dipakai untuk video, lama-lama akan merusak fokus dari kamera itu sendiri, Jadi, kalau kamu memang suka dengan Vlogging, mending sediain budget khusus untuk handycam.

2. Printer

Kalau pas dapat job, atau undangan event, dan harus segera nge-print invoice atau undangan, printer pribadi tentu penting dong. Yach, daripada malem-malem keluyuran nyari warnet buka kan nggak asik banget. So, kalau ada budget lebih, masukin atuh si printer ini ke daftar peralatan nge-blog kamu.

3. Smartphone

Sebetulnya antara penting dan nggak penting si, peralatan yang satu ini. Tapi trend akhir-akhir ini, blogger sering banget di undang ke acara launching atau kampanye produk dan jasa lainnya. Biasnaya selain membuat reportase, blogger diminta untuk menjadi buzzer acara.

Nah, smartphone bisa memperlancar kegiatan kamu disaat-saat seperti itu. Kalau bisa si, pilih smartphone dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, juga kemampuan kamera yang lumayan. Kalau kata mbak Putri KPM, seorang social media specialist, gambar di media sosial itu perlu yang oke. Kalau nggak oke, mending nggak usah upload.

Kapasitas penyimpanan yang memadai juga akan membantu kamu untuk nge-blog on the go. JAdi, begitu ada ide, bisa langsung ketak-ketik deh.

Hmm...kayaknya itu aja si, peralatan wajib ngeblog yang sebaiknya kamu miliki. Gimana, sudah ada beberapa yang kamu miliki? Atau malah kamu punya peralatan lain untuk memperlancar aktivitas nge-blog kamu?



Rahayu Pawitri
from Smart Content
+6282112715376

Lupakan "Hakimmu" dan mulailah menulis apa yang ada dikepalamu, that's it! Sejak beberapa hari yang lalu ada obrolan ser...

rahayupawitri_penuliskontenprofessional
Lupakan "Hakimmu" dan mulailah menulis apa yang ada dikepalamu, that's it!


Sejak beberapa hari yang lalu ada obrolan seru di chat grup artikel. Beberapa anggota kursus bukanlah blogger, mereka adalah pure para pelaku bisnis yang memang serius ingin meningkatkan omset mereka melalui bisnis online.

Jadi saat dapat PR membuat artikel, wah...riuhlah chat. Dari 7 artikel yang harus dibuat dan diberi waktu 3 hari, kami semua merasa keteteran. Apalagi Beliau-Beliau itu tidak hanya sibuk di rumah tapi juga di luar rumah.

Beberapa lancar menulis dan selesai tepat waktu, beberapa selesai, tapi karena lewat waktu, akhire mendapat hukuman menulis satu artikel lagi.

Tips untuk mempermudah menulis artikel


Saat dulu sekolah, ingat nggak kalau kita tu paling sebel kalau pas tes disuruh membuat karangan? Ya, meskipun sebetulnya menulis itu tidak bergantung bakat, tapi memulai menulis pertama kali memang bisa membuat perut dipenuhi kupu-kupu. Hasilnya otak pun jadi macet, seperti ada bisikan di telinga

"Menulis itu sulit. Kamu pasti nggak akan bisa"

 "Tulisan kamu jelek, nggak layak dibaca orang"

"Kamu mau buat artikel atau ngarang indah?" 

Seperti itulah pengalaman saya dulu saat mendapat job pertama kali sebagai penulis konten. Apalagi saya berangkat dari belajar menulis fiksi, jadi ya... artikel saya masih banyak bumbu-bumbu diksi indah yang lebih cocok untuk kelas-kelas inspirasi dibanding media berita.

Tips menulis artikel #1; lupakan aturan, keluarkan semua yang dikepala


Untunglah waktu itu saya baru saja ikut kelas menulis artikel. Disana bu Indari memberikan tips ringan bagaimana menulis dengan gampang, yaitu

Nulis saja. Lupakan dulu semua tanda baca dan aturan. Tulis semua yang ada dikepalamu,  

Kadang kesulitan membuat tulisan itu karena begitu banyak aturan dikepala. Harus seperti si anu, harus sesuai kaidah itu, harus mengikuti aturan A ... hasilnya bukannya memulai menulis, tapi malah mentok di huruf pertama (hurufnya doang, bukan kalimatnya ha ha ha).

Jadi, kalo ini adalah pertama kalinya kamu nulis, udah deh... lupain dulu semua aturan. Nulis aja dulu, baru kalau semua ide di kepalamu sudah keluar, editlah sesuai aturan yang berlaku. Percaya deh, tips ini akan membuat kamu lebih mudah menulis artikel.

Tips menulis artikel #2; Gunakan rumus 5W + 1H


Ada sebuah quote yang saya ingat. Quote ini saya peroleh dari buku "Daripada Bete Nulis Aja" karya Caryn Mirriam-Goldberg, Ph D.

Kita tidak menulis untuk dipahami; tapi untuk memahami, by C. Day Lewis.

Rumus 5W + 1H  memang biasa digunakan untuk menguraikan sebuah masalah.
W: What
W: Who
W: When
W: Where
W: Why
H: How

Jadi, saat kamu hendak menulis, ... let's say "Perumahan Syariah", maka jelaskan dulu kenapa kamu pengen menulis tema itu; apa sih, sebetulnya perumahan syariah itu; siapa aja yang membutuhkan perumahan itu, adakah aturan tertentu untuk memilikinya; ada dimana saja perumahan syariah itu ada, kapan mulai dijual, dan bagaimana memilikinya.

See... kamu udah dapat banyak bahan kan?

Tips menulis artikel #3; Mulai dengan pertanyaan


Ya itu yang dikatakan editor saya di salah satu agensi kepenulisan dulu. Trik ini akan sangat membantu saat kamu harus membuat artikel SEO yang biasanya mengharuskan kata kunci ditulis di awal, tengah, dan akhir artikel.

Mengambil contoh "Perumahan Syariah" diatas, kamu bisa memulai dengna kalimat pertanyan,


"Pernahkan Anda mendengar tentang perumahan syariah?" Kali ini kami hendak menjelaskan tentang sistem pembelian perumahan syariah..."


Gimana, sudah dapat ide sekarang cara untuk memulai menulis artikel? Tips yang mana yang paling cocok untuk kamu?

Referensi:
1. Mastuti, Indari, TernyataMenulis Itu Gampang, Solo, Samudera 2011
2. Khalida, Pritha, Bukan Buku Best Seller, Yogyakarta, Pena Matahari
3. Mirriam-Goldberg, Carryn, Daripada Bete, Nulis Aja!, Bandung, Kaifa 2003

Sebagian anggota Fun Blogging Community di acara Fun Blogging Kesebelas di Blibli Sebuah komunitas umumnya dibentuk karena “rasa yang d...

Sebagian anggota Fun Blogging Community
di acara Fun Blogging Kesebelas di Blibli

Sebuah komunitas umumnya dibentuk karena “rasa yang dan tujuan yang sama” para anggotanya (mirip koperasi ya?). Ada banyak alasan mengapa seseorang ingin berkomunitas. Salah satunya dalah sifat dasar manusia, yang memang cenderung pada sesuatu yang sama dengan dirinya.

Nah, bagaimana dengan blogger, apakah ada manfaat bergbung dalam komunitas?

5 Manfaat komunitas untuk seorang blogger

Bagi saya, komunitas sangat penting bagi seseorang blogger. Beberapa manfaat yang saya peroleh adalah:

1. Sumber informasi

Komunitas itu jelas penting untuk seorang blogger. Karena dari komunitaslah biasanya info-info penting berasal. Mulai dari info job, trik and tip, pelatihan untuk upgrade diri, termasuk juga undangan event-event tertentu; salah satu sarana untuk membangun networking baru.

2. Sumber ide

Dalam komunitas, kadang ada saja anggotanya yang memiliki ide, atau hal-hal yang bisa mengasah ketajaman tulisan seorang blogger. Tantangan One Day One Post dari Fun Blogging Community ini, contohnya.

Coba perhatikan blog ini, baru bulan ini saja kan isinya update. Bagi saya, tanpa disadari, tantangan ODOP membuat saya terus kreatif, untuk menjawab setiap tantangan tema setiap hari.

3. Sumber kritik yang membangun

Dalam salah satu komunitas, tentu saja ada yang lebih senior, punya pengalaman lebih dibandingkan kita. Dan biasanya merekalah yang bisa kita mintai pendapat untuk hasil karya kita.

4. Sarana promosi

Salah satu hal sunnah muakad untuk seorang blogger adalah blog walking. Untuk mempermudah, bisanya para anggotanya dipersilahkan untuk membagikan tulisan terbaru mereka dalam grup.

Nah, disinilah seorang blogger bisa berpromosi di dalamnya.

Tidak jarang lho komunitas blogger itu juga berisi para job head hunter. Siapa tahu, tulisan kita ternyata cocok dengan kriteria yang dicari oleh para job head hunter itu kan?

5. Sarana sosialisasi

Kalau ditanya lebih jauh, kenapa milih masuk grup ini tapi menolak untuk masuk grup itu? Jawabannya kurang lebih “aku lebih cocok aja disana”

Ya gitu deh, komunitas memang tempat untuk berbagi kebahagiaan, cerita, ngobrol atau apa saja yang memang dipahami dan disukai oleh para anggotanya.

Jelas nggak mungkin kamu cerita tentang serunya travelling, seperti trik hunting hotel murah, trik backpackeran ditengah-tengah komunitas alumni SMA atau grup parenting bukan? Belum tentu topik kamu nyambung dengan topik mereka.

Nah jadi, kalau kamu blogger, dan masih kekeuh sorangan wae, hayuk atuh, gabung dengan beberapa komunitas Blogger. Siapa tahu dari sanalah rejeki kamu berasal.

See you at another Bloggers’ Article

Suatu siang di sebuah event...  Saya sedang sibuk mengatur duduk Hana. Tangan kanan dan kiri saya penuh dengan minuman dan makanan unt...



Suatu siang di sebuah event... 

Saya sedang sibuk mengatur duduk Hana. Tangan kanan dan kiri saya penuh dengan minuman dan makanan untuknya. Usai Hana sudah mulai menikmati hidangan hari itu, saya beranjak hendak ke ruang prasmanan ketika melihat sekelompok kawan blogger mengerumui salah satu pembicara.

Saya berpikir mereka adalah kawan-kawan blogger dari komunitas BRID, Blogger Reporter Indonesia. Kebetulan saya mengenal salah satu dari kawan yang berada disana. Iseng, beberapa hari seusai acara saya mampir di blog-nya. Masya Allah reportasenya, komplit. Bahkan ada beberapa post yang berkaitan dengan acara tersebut. Wow!

Suatu siang di acara ulang tahun Emak Blogger

Pembiacara mulai maju ke depan, dan beberapa kawan mulai meletakkan gawai mereka di meja depan saya. Awal mula saya bingung, apa yang sedang mereka lakukan. Karena tidak ada kabel yang terpasang untuk tambah daya, juga tidak ada aplikasi yang terihat terbuka. Pokoknya hanya diletakkan begitu saja.

Beberapa saat saya akhirnya tahu, mereka sedang berusaha merekam apa yang pembicara katakan.

Wah ... !

Lihatlah kawan, betapa seriusnya mereka setiap datang ke sebuah event atau acara. Inilah salah satu alasan saya pengen datang ke sebuah event. Karena disana saya pasti akan menemukan hal baru, ilmu baru, disamping tentu saja, tali silahturahmi yang baru.

Pelan-pelan saya mulai meniru apa yang mereka lakukan. Jadi sebelum datang ke event atau undangan blogger, saya melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Kenali pengundang kita

Orang bilang tak kenal maka tak sayang. Agar tidak terlalu gagap pada saat sedang hadir di event, biasanya saya sudah cari tahu dulu tentang siapa si pengundang, apa misi mereka, termasuk baca-baca news terbaru yang ada disitusnya. Dari situ biasanya saya sudah punya gambaran kira-kira nanti laporannya seperti apa.

2. Pahami/ catat apa saja yang musti dilakukan saat event berlangsung

Sebetulnya si, nggak semua pengundang memberi detil acara. Tapi ada juga yang menyebutkan nanti ada live tweet, instagram contest, and so on. So it will be better if we prepare ourself to do so right?

Oya, kadang ada juga penyelenggara yang hanya ingin kita datang, tanpa menuntut embel-embel laporan, live tweet, upload event di Instagram dan lain sebagainya. Tapi menurut saran teh Ani berta, akan lebih baik bila kita tetap kabarkan acara yang sedang berlangsung.

Bagaimanapun pengundang itu kan sebetulnya pengen mengabarkan kepada “dunia” to kalau mereka sedang punya gawe?

3. Siapkan peralatan

Seperti yang saya sebutkan di point 2, jika memang sudah disebutkan kegiatan pada acara ya, sebisa mungkin menyiapkan perlengkapan sebisa saya. Kamera full batery, siapain charger, isi kuota inet dan lain sebagainya. Jadi nanti bisa berpartisipasi maksimal saat event berlangsung (meski untuk Instagram Contest, saya belum pernah bisa memenuhinya, hiks).

4. Ketahui rute

Buat saya ini penting banget agar bisa datang tepat waktu pada saat acara. Kalau nyasar kan nggak enak juga. Apalagi kadang saya pergi bawa Hana, kasihan kan dia kalau sampe di bawa nyasar kemana-mana.

5. Sebisa mungkin selesaikan urusan di rumah

Kalau ini mungkin hanya kewajiban para emak seperti saya ya? Kalau buat saya penting banget beresin rumah sebelum pergi. Jadi ninggalin rumah pun tenang, pas pulang nggak capek juga kan harus bersih-bersih rumah segala.

Itulah 5 persiapan saya sebelum datang ke sebuah event. Kamu sendiri gimana? Punya tips spesial sebelum datang ke sebuah event?

Bahan belajarmu, juga bisa jadi bahan post blog, lho! (Pic. source: pixabay.com) Hai ... Saya baru saja melihat blog anda, rahayupawitr...

Bahan belajarmu, juga bisa jadi bahan post blog, lho!
(Pic. source: pixabay.com)


Hai ... Saya baru saja melihat blog anda, rahayupawitriblog.com/ dan saya merasa tertarik dengan postingan-postingannya. Jadi, saya tertarik untuk memasang sponsored post di blog anda.


Ada sesuatu yang bergolak saat saya membaca surel diatas. Bagaimana tidak, setelah sekian lama, hanya melihat seliweran notif dari teman tentang job-job yang mereka terima, akhirnya saya juga bisa membuat notif yang sama. 

Akhirnya, semua proses panjang yang saya jalani membuahkan hasil juga. Rasanya pengen sujud berkali-kali, persis saat pertama kali kamu dapat kerjaan di perusahaan favorit.

Saya bilang proses panjang, karena untuk monetizing blog itu memang nggak gampang. Jadi, kalau ada yang bilang nge-blog adalah salah satu cara cari duit dengan gampang, please, jangan percaya. Entah itu penghasilan dari review, afiliasi, placement article, atau malah adsense, setiap blog butuh kerja keras dan ekstra kesabaran agar siap untuk menghasilkan. 

Kerja keras itu berarti kamu nggak boleh berhenti untuk terus belajar. Setiap blog memiliki kriteria tertentu agar bisa menuju tujuannya.

Baru dari cara menulisnya saja, sudah banyak hal yang harus dipelajari. Ejaan yang harus diperhatikan, bagaimana menyasar sebuah kata kunci agar tulisan bisa masuk ke halaman pertama mesin pencarian, menulis dengan runut, dan seterusnya. Belum lagi kalau sudah ngomongin tampilan blog, wah makin banyak diomongin. 

Nge-blog lancar karena belajar

Tapi prens, kamu tahu nggak, justru dari kegiatan belajar itu, kita juga jadi punya bahan agar terus bisa jadi up-date blog. Misal habis belajar pasang Facebook Fans Page, jadi deh post blog baru. Habis otak-atik HTML, Google Analytics, cuss .... Jadi update deh blog-nya.

Cara inilah yang saya pakai agar terus produktif nge-blog. Alhamdulillah, dengan cara ini, saya nggak pernah kehabisa bahan untuk nge-blog. Ada saja yang saya pengen tulis. Biasanya malah setiap bulan bisa ada 7-10 bahan yang nganggur, dan hanya menjadi draft di aplikasi word. Apalagi post untuk Blogging Corner ini, wah bejibun, eksekusinya saja yang terhambat (ngeles aja ...).

Itulah kenapa, para Master blog lebih suka menyarankan kita nulis atau membangun blog dari sesuatu yang kita suka, biar semangat buat belajar, jadi nge-blog pun bisa lancar. Ya kan?

Jadi, kamu sedang kena writers block? Kehabisa ide? Nah, coba baca buku deh, nanti pasti jadi post resensi, catet quote-nya, siapa tahu nanti bisa bahan post inspirasi.

Baru otak-atik blog? Sok, atuh print screen sana-sini, bagi hasilnya dengan pembaca. Jangan lupa share dan atau poke saya, Insya Allah, saya mampir deh. Oke?

Assalamualaikum, ... Kali ini saya mau berbagi tentang salah satu buku nge-blog yang, menurut saya, wajib kita koleksi. Saat mulai s...



Assalamualaikum, ...

Kali ini saya mau berbagi tentang salah satu buku nge-blog yang, menurut saya, wajib kita koleksi.

Saat mulai serius nge-blog, saya akhirnya paham, bahwa ada banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang blogger profesional. Seperti bagaimana mendapatkan kepercayaan dan cara menempatkan blog di halaman pertama mesin pencari, mendatangkan pengunjung sampai trik mempercantik blog agar pengungunjung betah dan bersedia balik lagi.

Ya, semua tutorial itu memang bisa kita cari di situs-situs blogging baik dalam dan luar negeri. Tapi percaya deh, mengurutkannya dalam folder bookmark bukanlah hal yang mudah. Belum lagi kalo disana ada halaman-halaman bookmark lain.

Belum tentu juga kita ingat apakah sudah pernah menyimpan tutorial atau trik-trik yang kita butuhkan di folder bookmark kita.

Karena itu, waktu lihat buku di time line mbak Carolina saya langsung meluncur ke toko buku online Stiletto.

Apa sih, isi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”?


Jujur, saat niat membeli buku ini saya cuma pengen satu, mempercantik tampilan blog. Mbak Carolina itu sudah terkenal dengan kemampuan desainnya, pengalaman Beliau di dunia blogging juga sudah banyak. Dengan kata lain, saya pengen curi ilmunya mbak Carolina via buku ini.

Tapi .... sayang, ternyata saya salah. Buku mbak Carolina tidak membahas sedikitpun cara membuat widget bergambar, bagaimana meletakkan header di tengah, atau trik-trik mempercantik blog lainnya.

Lalu apa saya kecewa? Jelas enggak, karena saya malah disuguhi dengan hal yang lebih menarik. Mau tahu apa? Cek list berikut ini:

1. Langkah pertama saat kamu mulai ngeblog


Tujuan mula blog ada memang sebagai salah satu sarana mencatat keseharian secara online. Tapi kamu tentu tahu juga kan, bahwa mitos ini sudah so yesterday. Sudah hal yang umum kita dengar kalo blog sekarang juga bisa sebagai sarana untuk menambah penghasilan, nggak sekedar curhat aja.

Nah, untuk memenuhi kriteria itu, tentu ada hal-hal yang harus kamu lakukan dong. Misalnya tulisan harus sesuatu yang bermanfaat, bebas plagiasi, enak dibaca, bagaimana tulisan kamu mudah ditemukan dan dibaca banyak orang, dan masih banyak lagi kriteria agar blog kamu layak untuk di monetize.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” kamu akan dibimbing mulai dari menentukan niche blog kamu, bagaimana menentukan platform blog yang tepat agar mudah masuk ke mesin pencari, hingga trik-trik SEO seperti mencari keyword, cara meletakkan keyword, permalink, longtail keyword dan lain sebagainya (Bab2, hal. 69)

2. What do’s and dont’s saat mempercantik blog


Iya itu memang blog kamu, mau kamu buat nge-jreng dengan penuh warna pelangi ya terserah kamu.

Tapi kalo kamu pengen menghasilakn uang dari blog, kamu juga harus ikut aturan tak tertulis lainnya. Misal aturan tentang blog kamu musti bisa loading cepet.

Nah, untuk memenuhi aturan ini kamu perlu menghilangkan (atau malah menambahkan) widget tertentu pada blog kamu, atau memilih template yang lebih SEO friendly misalnya (bab 2, hal. 58).

Bagaimana memilihnya, apa saja widget yang harus dihilangkan atau yang wajib ada di blog, semua dijelaskan di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”

3. Teknik dasar nge-blog


Blogging is Writing (Bab 3, buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”)

Ya, nge-blog itu sebetulnya tentang menulis kan? Meski kamu lebih suka post video di blog kamu, tetep, kamu musti terampil nulis agar orang mau klik dan lihat video kamu bukan?

Di buku ini dibahas tentang prinsip dasar menulis, bagaimana mencari ide tulisan, hingga cara memelihara semangar nge-blog.

Apakah hal yang terakhir itu penting? Oh iya banget prens. Apa pun tujuan kamu nge-blog, kalo semangat kamu hilang, semua usaha yang kamu lakukan akan sia-sia. Nge-blog itu seperti membangun rumah, yang harus selalu kamu pelihara, dan semangat nge-blog kamu itu adalah salah satu energinya.

4. Trik dapetin job review


Aih, siapa yang nggak pengen tahu trik yang satu ini.

Jujur saja, ngomongin job review tu nggak cuma masalah uang, ada banyak manfaat lain disana. Karena itulah banyak banget yang mupeng dengan salah satu manfaat nge-blog ini.

Di buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”, kamu akan tahu, apa saja yang “peranti perang” yang harus kamu siapkan untuk menembus dunia persilatan job review.

Cara menentukan ratecard, faktor yang mempengaruhi (termasuk cara meraihnya), cara membaca statistik, hingga bagaimana cara kamu mempromosikan blog kamu agar dilirik para pemilik brand (Bab 4, Hal. 116).

5. Pengalaman para senior Headhunters dan Job Reviewers


Kalo pengen dapetin job review, wajib dong ngulik-ngulik syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh para blogger.

Isnuansa Maharani, Aldy Terren, mbak Indah Julianti semua buka-bukaan tentang kriteria blogger yang mereka cari, berapa tarifnya, sampai trik mereka untuk blogger-blogger yang sedang berusaha mendapatkan job review.

Oya, sering dengar kan kata pepatah, kalo pengalaman itu guru yang terbaik? Mbak Carolina juga melengkapi buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” dengan pengalaman para Job Reviewers.

Ada mak Winda Krisnadefa, mbak Eka Situmorang, dan mbak Istiarina Putri. Mereka semua blak-blakan disini. Dan belajar dari pengalaman mereka, saya akhirnya juga tahu apa sih, apa saja hal paling penting untuk dapetin job review (kamu penasaran juga kan? Makanya baca bukunya he he he).

6. Ngulik lebih jauh Google Adsense dan cara monetize blog lainnya


This is another blogging issue that all blogger love, ...

Yah, siapa juga yang nggak mupeng lihat temen upload gaji mereka dari Google. Si embah yang satu ini memang sangat sulit untuk dijinakkan. Peraturan mereka seabrek.

Sayangnya, meski pengen blog kita di approve Google, umumnya, kita males banget baca aturan-aturan itu, bener atau betul?

Nah, mbak Carolina menjelaskan dengan ringkas disini, trik-trik dasar agar blog kita diterima sebagai salah satu advertiser dari Google.

Kita juga bisa me-monetize blog dengan cara mengikuti program afiliasi. Ada beberapa situs online yang mbak Carra (panggilan mbak Carolina) list dalam buku ini. Beliau juga membahas bagaimana agar aplikasi afiliasi kita disetujui, dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Itulah ... 6 bab penting yang ada dalam buku “Blogging: Having Fun and Get the Money”. Bagi saya pribadi, buku ini bener-bener sangat bermanfaat. Trik yang diberikan mbak Carra telah membuat aplikasi saya di approve oleh Google Adsense dan Involve Asia.

Jadi, kalo kamu sedang punya niat untuk me-monetize blog kamu, wajib tu mengkoleksi buku ini. Jangan kawatir dengan bahasanya, enak dan mudah dipahami kok. Dan yang pasti do-able (serasa nge-subtitle drakor deh), alias bisa dilakukan semua he he he.

Udah dulu ya, sampai jumpa di artikel blogging berikutnya ya, Wassalamualaikum....

Oke, blog sudah dibuat, kini waktunya ngisi blog kamu. Merasa bingung nggak tahu musti nulis apa? Biasanya gitu tu, kalo pertama kali n...



Oke, blog sudah dibuat, kini waktunya ngisi blog kamu. Merasa bingung nggak tahu musti nulis apa? Biasanya gitu tu, kalo pertama kali nge-blog. Apalagi kalo saat buat blog tadi kamu nggak menentukan niche dulu.

Iya, sih, blog itu memang sebetulnya diary online; tapi pengen cerita kegiatan tadi kok kayaknya nggak ada yang istemewa, ya. Mau nulis waktu jalan-jalan ke resto kemarin, tapi kok nggak asik; malah nyesel mampir kesana karena makanannya nggak enak.

Eh, tunggu dulu, justru yang seperti itu, yang bisa digunakan untuk bahan membuat tulisan. Oke, berangkat kerja tadi pagi, enggak ada yang istemewa, bahkan nyaris telat karena bangun kesiangan.

Meski pengalaman yang enggak enak, tapi bisa juga lho dibuat bahan post blog. Misalnya ni, karena pengalaman tadi pagi trus kamu mencari cara bagaimana agar esok enggak telat lagi; entah dengan memasang alarm, tidur lebih awal, menyelesaikan pekerjaan lebih cepat agar bisa tidur tepat waktu dan seterusnya.

Cara memulai tulisan pada blog

Apa pun sebetulnya bisa jadi bahan tulisan. Saya si, biasanya pakai rumus 5W + 1H.

Menulis blog tu memang mirip membuat laporan, hanya gaya bahasanya lebih santai. Apa topiknya, mengapa perlu tertulis, terjadi dimana, dan kapan, serta bagaimana pengaruh cerita itu kepadamu.

Memang paling gampang si, membuat post tentang how to atau “bagaimana cara melakukan sesuatu”, tapi kalo memang belum ada topic yang sesuai, ya, nggak perlu dipaksakan juga kali. Yang ada malah kamu buntu ide, dan ujung-ujungnya malah bisa males nge-blog. 



Cara lain yang biasa saya pakai adalah dengan mind map. Seperti saat hendak menulis post pertama kali pada blog ini, saya membuat tulisan tentang “6 Hal Yang Menjadi Alasan Kamu Musti Nge-Blog”, saya pakai mind map untuk meng-organisasikan ide.

Rambu-rambu saat membuat post blog

Meskipun blog kamu adalah cerita kamu sehari-hari, tetep ada beberapa kaidah yang harus kamu patuhi; diantaranya adalah

1. Post kamu musti unik, dan/ atau bukan hasil plagiasi

Serius deh, paling sebel banget kalo denger kata plagiasi. Kamu tahu, nggak, kalo nulis itu sebetulnya juga butuh riset, nyari bahan sana-sini, sekedar mengkonfirmasi, -bener nggak si, apa pendapatku ini. Dan melakukan riset itu melelahkan, ngabisin waktu juga.

So, jelas nggak asik banget kan kalo tulisan kamu adalah hasil plagiasi dari situs atau blog lain.

Nge-blog itu kan basicnya tentang menulis, lha kalo kamu bikin blog, dan kamu kerjaan kamu cuma copas sana-sini, gimana kamu mau ahli menulis?

Plagiasi juga bisa berakibat dihapusnya situs kamu oleh Google lho. Jadi, jauh-jauh lah dari pikiran plagiasi. Lebih baik konsisten terus belajar, dan terus menulis. Tanpa kamu sadari, lama-lama tulisan kamu juga bisa asik kok.

2. Jangan lupa edit dulu sebelum publish

Biasanya, karena saking asiknya nulis, jadi lupa deh ada satu dua huruf. Atau bisa jadi, kata pengganti orangnya nggak seragam, jadi dibacanya aneh gitu.

Mbak Indah, founder KEB malah pernah memberikan tips, sebelum publish, mending diendapkan dulu semalam, trus baca lagi, kalo sudah oke, barulah publish.

3. Sebaiknya singkat dan padat

Rambu yang satu ini si, terkait erat dengan user experience atau pengalaman pembaca saat berkunjung ke blog kamu.

Membaca pada perangkat elektronik tidak seperti membaca buku. Biasanya orang tidak akan bertahan lama-lama untuk membaca tulisan pada perangkat elektronik.

Jadi buatlah tulisan kamu seinformatif mungkin. Tidak terlalu panjang, tapi poin-poin yang ingin kamu sampaikan dipahami oleh pembaca.

4. Jangan tinggalkan EYD

Meski tentang EYD, nggak berarti juga tulisan kamu musti menggunakan kalimat baku, tapi ada beberapa kata yang memang telah salah kaprah selama ini. Seperti kata “ijin”, yang benar adalah “izin”, “silakan”, yang betul adalah “silahkan”.

Jadi, meskipun bahasanya santai, tidak ada salahnya kalo kamu juga memperhatikan penulisan-penulisan kau sesuai dengan EYD yang berlaku.

Hmm … sepertinya itu dulu deh, nanti kalo ada yang baru aku update ya, …

Happy Writing, See you at the next post.

Jadi, ceritanya sore ini curhat-curhatan sama kawan; berasa dikejar-kejar kerjaan gara-gara dari kemarin-kemarin bawaannya pengen nge-blo...


Jadi, ceritanya sore ini curhat-curhatan sama kawan; berasa dikejar-kejar kerjaan gara-gara dari kemarin-kemarin bawaannya pengen nge-blog ... mlulu. He he he, iya, memang katro, dan nggak professional banget; tapi asli, nge-blog itu asik.

Coba deh, tanya temen-temen,- yang tiba-tiba jadi asik ketak-ketik mlulu di hp/ leppi, tapi jarang terlihat di chatting atau up date status di social media. Bisa jadi, dia pun sekarang lagi hobi nge-blog juga.

Kalo buat saya sendiri si, nge-blog itu bisa menjadi sarana untuk melepaskan pikiran, tempat berbagi kegalauan, atau malah dapat tambahan uang jajan.

Dulu saya mulai nge-blog di tahun 2008. Masih asal-asalan dan jarang di update karena waktu itu belum punya perangkat yang mendukung (kompi maksudnya).

Kemudian mulai sedikit aktif nge-blog waktu kembali nulis di tahun 2013. Tapi ya, gitu, masih asik sama kerjaan dan belum serius bener untuk menjadi seorang blogger.

Baru akhir Desember kemarin (22 Desember 2015) bener-bener serius merhatiin blog. Dari situ saya jadi tahu, bahwa ada banyak manfaat yang bisa saya (dan juga kamu) peroleh dari kegiatan curhat-curhatan atau berbagi cerita di blog.

Dulu tu, saya nggak ngerti apa itu HTML dan script, gara-gara nge-blog jadi mulai sedikit paham. Tidak hanya itu, jaringan pertemanan pun jadi meluas, punya kesempatan untuk punya pekerjaan sampingan, dan masih banyak lagi. 

Jadi, kalo diringkas, ada beberapa alasan yang membuat seseorang sebaiknya mulai nge-blog.

1. Sarana belajar mengalahkan tantangan




Apa pun tujuan seseorang nge-blog,menurut saya, tantangannya itu sama banyaknya, sama rumitnya, sekaligus sama serunya.

Misal pengen nge-blog agar bisa menembus adsense, maka ada begitu banyak trik-trik SEO yang harus dikuasai. Membuat Google percaya untuk menempatkan iklan pada blog-nya saja sudah Subhanallah sulitnya.

Begitu juga bila tujuan nge-blognya untuk dapetin job review, harus pandai-pandai menjual kemampuan menulisnya agar advertiser mau mempercayakan produk kepadanya.

Secara basic saja, bagaimana menuliskan ide yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan yang enak itu sudah cukup menantang, lho; belum lagi kalau ada embel-embel tujuan nge-blog untuk adsense atau paid review, hmmm....

Oya, ada lagi, menjaga konsistensi menulis itu juga menantang lho. Bagaimana belajar mendisiplinkan diri dan keep on the track, bagi saya bukan hal yang mudah.

Tidak ada yang paling membahagiakan selain mengalahkan challenge atau tantangan kita sendiri bukan?

2. Blog akan membuat kamu terus belajar hal baru




Iya, nge-blog itu memang tentang tulis menulis. Tapi seiring berjalannya waktu, dan banyaknya blog yang digunakan untuk campaign perusahaan, kini nge-blog nggak cuma tentang tulisan; tapi juga bagaimana memilih dan membuat gambar (biasa disebut info grafis) atau video juga diperlukan.

Wajar bila seorang blogger pasti tak pernah berhenti belajar. Makanya, acara belajar Blogging itu pasti selalu banyak peminatnya.

3. Membuat perubahan untuk yang lain





Tulisan blogger yang biasanya bersifat personal, seringkali lebih mudah menyentuh pembacanya. Wajar, jika setelah membaca sebuah blog, seseorang kadang bisa saja kemudian merubah pandangan atau gaya hidupnya. 

Karena itulah, saat ini blogger sudah dianggap sebagai komunitas yang bisa membantu pemerintah atau sebuah instansi dan perusahaan untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih baik. 

Dan memang ada banyak hal yang kita bisa bagi melalui tulisan, bukan? Entah itu inspirasi usaha, hikmah hidup atau malah informasi-informasi baru, tips-tips asik dan masih banyak lagi. 

Jadi, kalo kamu memang punya banyak ilmu atau informasi, jangan pelit, ayo, mulai nge-blog dan bagikan apa yang kamu kepada semua orang.

4. Menjadikan seseorang lebih ahli di bidang tertentu




Saat menulis sebuah topik, misalkan tentang trik-trik nge-blog; kamu pasti dong nggak cuma bekal nulis atau copy paste aja (kecuali kalo kamu iklas disumpahin dunia akhirat sama si empunya tulisan asli)

Sebelum nulis di blog, paling enggak kamu sudah nyobain dulu trik-trik yang hendak kamu tulis. Saat mencoba, bisa saja kamu menemui kendala, sekaligus cara untuk mengatasinya. Atau bila ternyata ada banyak trik, kamu bisa tahu, cara mana si, trik yang paling oke.

Nah, disinilah, tanpa kamu sadari kamu menjadi ahli pada bidang yang sedang kamu tulis.

Dan dengan semakin mahirnya kamu, maka kesempatan di depan mata akan semakin banyak. Siapa tahu juga tawaran proyek juga bisa mampir hanya gara-gaar tulisan kamu.

5. Dapat kawan-kawan baru




Seperti yang saya ceritakan diatas, bahwa nge-blog bisa membuka kesempatan kepada banyak hal, dan bertemu dengan kawan-kawan baru adalah salah satunya. Saat ini banyak sekali komunitas blogger yang sering mendapat undangan untuk menhadiri peluncuran produk, jasa, kampanya pemerintah atau LSM, dan pelbagai event-even menarik lainnya.

Disanalah biasanya para blogger bertemu dan kemudian menjadi sahabat karib. Tidak hanya itu, dengan dating ke pelbagai undangan acara, kamu bisa ketemu dengan banyak orang dari pelbagai kalangan. Selain networking, tentu pengalaman mereka layak untuk dijadikan tamabahan ilmu bukan.

Oya, ada lagi manfaat dari nge-blog yang saya rasakan. Jadi, ada satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh para blogger, yaitu blog walking, kegiatan saling mengunjungi blog-blog kawan. Disanalah bisanya jalinan persahabatan juga dimulai.

6. Cara untuk mengalahkan ketakutan diri sendiri




Bagi beberapa orang, mengeluarkan opini, memulai pembicaraan dengan siapa pun mungkin saja hal yang mudah.

Tapi bagi sebagian orang lagi, berbicara atau beropini itu adalah sebuah mimpi buruk.

Tipe-tipe introvert seperti saya ni, susah sekali untuk memulai sebuah pembicaraan. Tapi dengan adanya media tulisan, apa yang dikepala bisa saya keluarkan dengan mudah.

Pelan-pelan kegiatan itu kemudian mengubah saya. Pada akhirnya, dengan semakin banyak menulis, saya memiliki banyak sekali bahan untuk memulai obrolan.

Tanpa saya sadari, keberanian berbicara itu pun muncul. Pelan-pelan, hingga akhirnya, ketakutan itu pun mulai menghilang.

Oiya, ada satu lagi, dengan senantiasa mengasah tulisan, kita juga semakin bisa mengenali diri kita sendiri lho. Apa yang disukai, mau ke mana arah yang dituju; bisa semakin terlihat jelas saat kamu nulis.

7. Cari tambahan penghasilan



via GIPHY
Kamu pengen punya tambahan penghasilan, tapi nggak bisa jualan, atau nggak ada waktu untuk cari barang? Pengen jadi dropshiper tapi ragu dengan kehalalan cara berdagangnya? (*gambaran diri ha ha ha)

Gimana kalo kamu tularkan ilmu marketing kamu via blog aja? Sudah bukan rahasia lagi kalo dari kita juga bisa menghasilkan rupiah dari nge-blog. Entah itu dari job review, afiliate, atau malah adsense. 

Nah, itu hanya sebagian kecil dari alasan mengapa kamu musti nge-blog juga dari sekarang. Percaya deh, ada banyak manfaat yang bisa kamu petik disana.

Bingung bagaimana memulainya? Yuk, kita lanjut obrolan di post berikutnya.